Kompas.com - 03/02/2015, 19:09 WIB
Antrean penumpang membeli tiket KRL di loket-loket di stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Rabu (3/4/2013). Pemberlakuan tarif KRL berdasarkan jarak akan setelah sistem tiket elektronik dipasang di seluruh stasiun.
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROAntrean penumpang membeli tiket KRL di loket-loket di stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Rabu (3/4/2013). Pemberlakuan tarif KRL berdasarkan jarak akan setelah sistem tiket elektronik dipasang di seluruh stasiun.
Penulis Nur Azizah
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (KCJ) mengembangkan sistem pembayaran KRL dengan berinovasi dalam bentuk gelang dan telepon seluler. Meski begitu, tiket berbentuk kartu yang telah bekerja sama dengan uang elektronik dari beberapa bank akan tetap dipertahankan.

KCJ dengan e-ticket barunya itu siap berintegrasi dengan tiket elektronik mass rapid transit (MRT) Jakarta. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek Tri Handoyo di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015).

"Nantinya kartu dari Sony FeliCa ini bisa dipakai di semua moda transportasi, termasuk MRT. Kami sudah siap berintegrasi dengan MRT," ucap Handoyo. [Baca: Diluncurkan, "E-ticket" Commuter Line dalam Bentuk Gelang dan Ponsel]

Sony FeliCa yang dikatakan Handoyo merupakan perusahaan asal Jepang penyedia cip tiket elektronik yang diaplikasikan ke dalam gelang dan ponsel.

Handoyo menginginkan adanya sistem tiket elektronik tunggal yang terintegrasi antarmoda juga dapat dipakai dalam berbagai keperluan, seperti untuk naik bus transjakarta hingga kartu tol.
"Di Jepang itu satu kartu bisa dipakai untuk apa saja, naik kereta, bus, dan lainnya," kata Handoyo.

Sementara itu, kata dia, Sony FeliCa dipilih kerena perangkatnya mampu membaca semua jenis kartu elektronik.

Handoyo berharap kecanggihan dari e-ticket itu bisa memudahkan akses para pengguna KRL Jabodetabek yang kini jumlahnya sudah mencapai rata-rata 700.000 orang setiap harinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencananya untuk tahap awal KCJ akan mengeluarkan 1.000 cip tipe C ini. Kata Handoyo, untuk bentuk simcard akan diproduksi sebanyak 800 kartu dan 200 gelang.

Menurut dia, jika tahap awal ini memungkinkan, akan ditambah menjadi sekitar 100.000 hingga 200.000.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Ada 14 Kecelakaan Bus Transjakarta dalam 2 Bulan, Paling Banyak akibat Kelalaian Sopir

Polisi: Ada 14 Kecelakaan Bus Transjakarta dalam 2 Bulan, Paling Banyak akibat Kelalaian Sopir

Megapolitan
Puslabfor Kantongi Arang dan Kabel Listrik dari Lokasi Kebakaran di Tambora

Puslabfor Kantongi Arang dan Kabel Listrik dari Lokasi Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Sejak Maret 2020 hingga Kini, Bekasi Catat 4.577 Pemakaman dengan Protap Covid-19

Sejak Maret 2020 hingga Kini, Bekasi Catat 4.577 Pemakaman dengan Protap Covid-19

Megapolitan
Mobil Ketua DPP PSI Diduga Bolak-balik Lintasi Sumur Resapan di Bona Indah Sebelum Jebol

Mobil Ketua DPP PSI Diduga Bolak-balik Lintasi Sumur Resapan di Bona Indah Sebelum Jebol

Megapolitan
Polres Jaktim Ringkus Komplotan Pembobol Rumsong yang Beraksi Jelang Dini Hari

Polres Jaktim Ringkus Komplotan Pembobol Rumsong yang Beraksi Jelang Dini Hari

Megapolitan
Sumur Resapan di Lebak Bulus Jebol: Cor Masih Basah, Mobil Ketua PSI Jadi Korban

Sumur Resapan di Lebak Bulus Jebol: Cor Masih Basah, Mobil Ketua PSI Jadi Korban

Megapolitan
Diduga Mengantuk, Pengemudi Mobil Tabrak Tukang Bubur di Bekasi

Diduga Mengantuk, Pengemudi Mobil Tabrak Tukang Bubur di Bekasi

Megapolitan
Transjakarta Buke Rute Jakarta International Stadium-Harmoni, Ini Lintasannya

Transjakarta Buke Rute Jakarta International Stadium-Harmoni, Ini Lintasannya

Megapolitan
Berantas Mafia Tanah di Jaktim, Polisi: Pelaku Tidak Bekerja Sendirian

Berantas Mafia Tanah di Jaktim, Polisi: Pelaku Tidak Bekerja Sendirian

Megapolitan
Suara Sopir Bus Transjakarta: Kerja hingga Dini Hari, Kadang Hanya Tidur 2 Jam

Suara Sopir Bus Transjakarta: Kerja hingga Dini Hari, Kadang Hanya Tidur 2 Jam

Megapolitan
Tolak Komentar, Begini Sikap Dirut Transjakarta Ketika Ditanya Soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Tolak Komentar, Begini Sikap Dirut Transjakarta Ketika Ditanya Soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Megapolitan
Sudah Sepekan, Penyebab Kebakaran Gedung Cyber Belum Bisa Dipastikan

Sudah Sepekan, Penyebab Kebakaran Gedung Cyber Belum Bisa Dipastikan

Megapolitan
Kala Warga di Sekitar Masjid Wal Adhuna Terbiasa Kena Banjir: Sudah Kenyang Kebanjiran, Enggak Kaget Lagi

Kala Warga di Sekitar Masjid Wal Adhuna Terbiasa Kena Banjir: Sudah Kenyang Kebanjiran, Enggak Kaget Lagi

Megapolitan
Puslabfor Olah TKP Lokasi Kebakaran di Tambora Jakarta Barat

Puslabfor Olah TKP Lokasi Kebakaran di Tambora Jakarta Barat

Megapolitan
Polisi Tagih Janji Transjakarta Implementasikan Rekomendasi Antisipasi Kecelakaan

Polisi Tagih Janji Transjakarta Implementasikan Rekomendasi Antisipasi Kecelakaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.