Kompas.com - 04/02/2015, 20:07 WIB
Motor Ahmad Guntur (53) diamankan di Polres Jakarta Selatan setelah mengalami kecelakaan di underpass Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). KOMPAS.COM/TARA MARCHELINMotor Ahmad Guntur (53) diamankan di Polres Jakarta Selatan setelah mengalami kecelakaan di underpass Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Laila Fitriani Ahmad (15), remaja putri korban kecelakaan di underpass Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ternyata memiliki beberapa permintaan terakhir sebelum meninggal. Laila sempat meminta kue ulang tahun dan kerudung putih.

"Kemarin pas ulang tahun minta beli kue buat dibagi sama teman-temannya," ujar Umi, istri ketua RT 14 kediaman Laila, Jalan Haji Salim, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu, (4/2/2015).

Umi menambahkan, Laila baru saja berulang tahun yang ke-15 pada Kamis, (29/1/2015). Namun, tidak seperti biasanya, saat itu Laila minta dibelikan kue ulang tahun untuk dibagikan pada teman-teman sekolahnya. Padahal menurut Umi, Laila bukan anak yang punya banyak permintaan pada orangtua.

Sejalan dengan pernyataan Umi, Asmuroh, nenek Laila, juga mengatakan demikian. Menurut Asmuroh, cucunya tidak pernah banyak meminta, bahkan untuk urusan makan pun Laila tergolong anak yang bersedia makan apa saja.

"Cucu saya enggak pernah aneh-aneh. Makan juga makan apa saja," kata Asmuroh pada Kompas.com. [Baca: Bus Polisi yang Serempet Motor Diistirahatkan, Sopir Tetap Bekerja]

Selain kue ulang tahun, Laila juga sempat meminta kerudung putih. Kerudung putih tersebut akhirnya digunakan untuk menutupi jenazah Laila saat berada di rumah.

"Sejak tiga hari sebelum kejadian kata orangtua perilakunya memang sudah aneh. Dia minta dibelikan kerudung putih. Kemarin kerudung putihnya dibuat tutup jenazahnya dia," ucap Umi.

Laila meninggal dunia di kamar jenazah Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015). Ibu Laila, Ida Farida (37) mengaku mempunyai firasat buruk sebelum kejadian itu terjadi.

"Semalam, saya mimpi malah suami saya yang meninggal dunia. Sempat saya bilang amit-amit jabang bayi," kata dia memeragakan meludah tiga kali ke arah kiri di kamar jenazah Rumah Sakit Fatmawati Senin sore. Suami Ida, Guntur (53), tampak mencoba menegarkan hati sang istri. [Baca: Ida Farida Mimpi Suaminya Meninggal, Ternyata Putrinya]Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertambah 11 Kasus, Total 91 Orang Terpapar Omicron di Jakarta Selatan

Bertambah 11 Kasus, Total 91 Orang Terpapar Omicron di Jakarta Selatan

Megapolitan
Digerebek Polisi, Pegawai Pinjol Ilegal Hanya Bisa Tertunduk dan Tutupi Wajah

Digerebek Polisi, Pegawai Pinjol Ilegal Hanya Bisa Tertunduk dan Tutupi Wajah

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Megapolitan
Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Megapolitan
Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Megapolitan
Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Megapolitan
Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi 'Booster', Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi "Booster", Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Megapolitan
Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Megapolitan
Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Megapolitan
Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Megapolitan
Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.