Kompas.com - 04/02/2015, 22:04 WIB
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengemudi Suzuki Vitara berwarna putih, Hubert Andi Wenas (48), mendatangi Kantor Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Rabu (4/2/2015) siang. Ia datang untuk memenuhi panggilan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, Andi dipanggil lantaran aksinya di jalan raya ramai menjadi perbincangan di media sosial belakangan ini.

Sebagian besar pengguna internet mengecam tindakan Andi yang dinilai main hakim sendiri di jalan raya.

"Karena menjadi perhatian publik, kami melakukan penelusuran. Akhirnya setelah dapat data, kami memanggil Saudara Andi untuk diperiksa," kata Martinus. [Baca: Alasan Andi "Ichiro" Wenas Lakukan Aksi Main Hakim Sendiri di Jalan Raya]

Setelah pemeriksaan dilakukan, Andi terbukti bersalah karena telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan mobil yang dijulukinya "Ichiro" bagi pengguna jalan lainnya.

Itulah sebabnya, pria berhobi travelling ekstrem itu ditilang. "Andi ditilang dengan Pasal 279 juntco Pasal 58 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Alasannya, karena kendaraan miliknya dipasangi perlengkapan yang mengganggu pengguna jalan lain dan aktivitas jalan karena tambahan bemper dan lampu yang menyilaukan," ujar Martinus.

Selain itu, Andi juga harus membuat surat pernyataan yang ditujukan kepada kepolisian dan masyarakat berisi permohonan maaf dan janji bahwa ia tidak lagi mengulangi perbuatannya. Di depan wartawan, tadi siang, pria yang mengenakan kemeja batik coklat kemerahan itu pun membacakan surat tersebut.

"Saya meminta maaf kepada polisi karena telah melakukan tindakan yang kurang tepat dan telah merepotkan bapak-bapak di kepolisian. Saya juga meminta maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu atas perbuatan saya, yang saya upload di YouTube," kata Andi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Timbunan Bantuan Sembako Presiden Ditemukan di Lahan Parkir Perusahaan Jasa Pengiriman Logistik, Ini Penjelasan JNE

Timbunan Bantuan Sembako Presiden Ditemukan di Lahan Parkir Perusahaan Jasa Pengiriman Logistik, Ini Penjelasan JNE

Megapolitan
Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Anies, Mutiara-Ali, Ganjar: Serasi Banget

Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Anies, Mutiara-Ali, Ganjar: Serasi Banget

Megapolitan
Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Anies, Mardani Ali Sera: Suasana Guyub, Banyak Relawan Datang

Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Anies, Mardani Ali Sera: Suasana Guyub, Banyak Relawan Datang

Megapolitan
Penemuan Timbunan Diduga Bantuan Sembako Presiden di Depok, Lurah: Ditangani Polres

Penemuan Timbunan Diduga Bantuan Sembako Presiden di Depok, Lurah: Ditangani Polres

Megapolitan
Ini Rencana PAM Jaya terhadap Pelanggannya Setelah Kerja Sama Swastanisasi Air Berakhir pada 2023

Ini Rencana PAM Jaya terhadap Pelanggannya Setelah Kerja Sama Swastanisasi Air Berakhir pada 2023

Megapolitan
M Taufik Jadi Perwakilan Keluarga di Resepsi Putri Sulung Anies Baswedan

M Taufik Jadi Perwakilan Keluarga di Resepsi Putri Sulung Anies Baswedan

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD DKI dan Sejumlah Artis Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Anies Baswedan

Wakil Ketua DPRD DKI dan Sejumlah Artis Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Anies Baswedan

Megapolitan
Kerja Sama Swastanisasi Air PAM Jaya dengan Aetra dan Palyja Berakhir, Bagaimana Nasib Karyawannya?

Kerja Sama Swastanisasi Air PAM Jaya dengan Aetra dan Palyja Berakhir, Bagaimana Nasib Karyawannya?

Megapolitan
Soal Kecelakaan Maut di Cibubur, KNKT Sebut Ada Kontribusi Lampu Merah

Soal Kecelakaan Maut di Cibubur, KNKT Sebut Ada Kontribusi Lampu Merah

Megapolitan
Jajaran Direksi Dirombak, Komitmen PAM Jaya Akhiri Swastanisasi Air Jalan Terus

Jajaran Direksi Dirombak, Komitmen PAM Jaya Akhiri Swastanisasi Air Jalan Terus

Megapolitan
KNKT Masih Evaluasi Penyebab Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Cibubur

KNKT Masih Evaluasi Penyebab Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Cibubur

Megapolitan
Polisi Buru Pria yang Diduga Polisi Gadungan Merazia Mobil di Gambir

Polisi Buru Pria yang Diduga Polisi Gadungan Merazia Mobil di Gambir

Megapolitan
Ingin Catat Aset Milik DKI, DPRD Akan Bentuk Pansus

Ingin Catat Aset Milik DKI, DPRD Akan Bentuk Pansus

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Instansi Terkait jika Proyek Normalisasi Saluran Air jadi Penyebab Ambruknya Bangunan di Johar Baru

Polisi Akan Panggil Instansi Terkait jika Proyek Normalisasi Saluran Air jadi Penyebab Ambruknya Bangunan di Johar Baru

Megapolitan
Polisi Periksa Tiga Warga yang Saksikan Ambruknya Bangunan di Johar Baru

Polisi Periksa Tiga Warga yang Saksikan Ambruknya Bangunan di Johar Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.