Kompas.com - 05/02/2015, 11:17 WIB
Warga menunjukkan Kartu Jakarta Sehat yang baru saja mereka terima di Puskesmas kecamatan pesanggrahan, Jakarta selatan, Selasa (28/5/2013). Hari itu pemprov DKI Jakarta kembali membagikan lebih dari 1,7 juta kartu KJS kepada warganya. Kartu tersebut dilengkapi dengan barcode yang dapat digunakan untuk mengetahui identitas pemegangnya.
 
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROWarga menunjukkan Kartu Jakarta Sehat yang baru saja mereka terima di Puskesmas kecamatan pesanggrahan, Jakarta selatan, Selasa (28/5/2013). Hari itu pemprov DKI Jakarta kembali membagikan lebih dari 1,7 juta kartu KJS kepada warganya. Kartu tersebut dilengkapi dengan barcode yang dapat digunakan untuk mengetahui identitas pemegangnya.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya menganggarkan dana Rp 1,3 triliun untuk program Kartu Jakarta Sehat (KJS) pada tahun ini. Jumlah tersebut menurun dari tahun 2014 yang mencapai Rp 2 triliun.

Kepala Dinas Kesehatan Kusmedi mengatakan, menurunnya jumlah alokasi anggaran KJS disebabkan telah adanya program kesehatan dari pemerintah pusat, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang disalurkan melalui BPJS Kesehatan.

"Jumlah warga Jakarta yang mendapatkan program jaminan kesehatan tetap sama, 4,7 juta. Pembiayaannya dibagi menjadi dua, 3,5 juta ditanggung oleh KJS, sementara sisanya yang 1,2 juta ditanggung oleh JKN," kata Kusmedi, Kamis (5/2/2015).

Kusmedi menjelaskan, selain untuk pembiayaan pengobatan warga, alokasi anggaran KJS 2015 juga akan digunakan untuk membayar tunggakan ke beberapa rumah sakit yang belum terbayarkan pada 2014. Kusmedi mengaku tidak hafal daftar rumah sakit yang ia maksudkan itu. Namun, ia menyebutkan total tunggakan yang harus dibayarkan mencapai Rp 20 miliar.

"Utang tahun lalu yang mesti dibayar Rp 20 miliar. Pokoknya begitu anggarannya cair, maka tunggakannya akan segera dibayarkan," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Megapolitan
Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Megapolitan
Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Megapolitan
Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Megapolitan
Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Megapolitan
Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Megapolitan
Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.