Kompas.com - 05/02/2015, 17:42 WIB
Halaman depan SMA 3 Jakarta di Setiabudi 2, Jakarta Selatan. Gambar diambil pada Selasa (24/6/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubHalaman depan SMA 3 Jakarta di Setiabudi 2, Jakarta Selatan. Gambar diambil pada Selasa (24/6/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Orangtua siswa SMAN 3 Jakarta melaporkan kepala sekolah SMA yang bertempat di Setiabudi, Jakarta Selatan, itu ke Polda Metro Jaya, Kamis (5/2/2015). Mereka melaporkan kepala sekolah itu dengan tuduhan diskriminasi atas hukuman skorsing yang diterima enam siswa sekolah tersebut.

Frans Paulus, orangtua dari salah satu siswa, mengatakan keenam siswa itu melakukan upaya pembelaan diri dengan memukuli seorang pria bernama Erick (32). Menurut dia, siswa-siswa itu merasa terancam dan terdesak, sehingga butuh melakukan perlawanan.

"Mereka juga melakukan pembelaan karena ada satu orang di antara mereka yang dipegang-pegang. Maka mereka melakukan perlawanan untuk membantu temannya," kata Frans, Kamis (5/2/2015) di Jakarta.

Menurut Frans, pihak sekolah seharusnya membicarakan hukuman yang diterima keenam siswa tersebut dengan orangtua. "Sekolah kan bisa ngasih surat peringatan dulu atau memanggil orangtua terkait hal ini," ujar Frans.

Enam siswa yang dihukum skorsing tersebut adalah HJ (16), PR (17), AEM (17), EM (17), MR (17), dan PC (17). Mereka semua duduk di kelas XII. Skorsing dimulai pada 11 Februari-9 Maret dan 16 Maret-13 April. [Baca: SMAN 3 Pilih Tak Keluarkan 6 Siswa Terlibat Pemukulan]

Kendati demikian, Kepala Sekolah SMAN 3 Retno Listyarti, mengklaim pihak sekolah telah berupaya untuk memberikan solusi yang terbaik untuk kasus ini. "Ini adalah win-win solution, pihak sekolah siap bertanggung jawab atas keputusan ini," kata Retno.

Menurut dia, cara damai adalah solusi terbaik untuk keenam siswa tersebut. Pertimbangannya karena mereka sebentar lagi akan menjalankan ujian. Karena itu, sekolah tetap memenuhi hak siswa-siswa itu untuk mengikuti ujian, baik itu ujian praktik, ujian sekolah, maupun ujian nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diketahui, enam siswa itu melakukan pemukulan terhadap Erick yang juga alumni sekolah itu angkatan 2000 pada Jumat (30/1/2015) lalu sekitar pukul 17.00. Pemukulan itu diduga dipicu oleh tindakan alumni tersebut yang hendak melakukan pelecehan terhadap salah seorang siswi.

Pemukulan mengakibatkan alumni itu terluka cukup parah hingga harus menerima jahitan di wajahnya dan retak tulang. Meski begitu, kata Retno, alumni itu tidak menuntut keenam siswa tersebut, tetapi hanya meminta penggantian biaya kesehatan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Megapolitan
Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Megapolitan
Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Megapolitan
Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Megapolitan
Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Megapolitan
1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

Megapolitan
Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Megapolitan
Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Megapolitan
Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Megapolitan
Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.