Kompas.com - 08/02/2015, 07:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di ruang kerja Gubernur, di Balaikota, Kamis (22/1/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di ruang kerja Gubernur, di Balaikota, Kamis (22/1/2015).
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Para seniman yang aktif berdialog di Taman Ismail Marzuki berikut institusi Pusat Kesenian Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta ingin bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama secara langsung.

Sejak rencana penyusunan Peraturan Gubernur tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pengelola PKJ, lantas pergub diundangkan, hingga pelantikan pegawai Unit Pelaksana PKJ TIM, para seniman belum bisa bertemu Gubernur.

Sejumlah seniman itu di antaranya Leon Agusta, Arsono, Syahnagra, Sudibyo, Aisul Yanto, Aidil Usman, Krisno Bossa, Bambang Subekti, Irawan Karseno, Aisul Yanto, Sri Warso Wahono, dan Danarto. Obrolan mereka tampak sangat emosional, bahkan terjadi perang mulut antara Irawan dan Leon. Mereka berembug di TIM, Jumat (6/2/2015).

Danarto datang belakangan dan berada di ruangan terpisah. Intinya, mereka ingin menjernihkan kisruh pendapat mengenai pergub itu dengan langsung berdialog dengan Gubernur.

”Kalau kita bicara sekarang, siapa yang mau mendengar,” kata Leon. Beberapa kali sejumlah seniman ingin berdialog dengan Gubernur, tetapi selalu diwakilkan. Pertama, mereka ditemui Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan Sylviana Murni, lalu Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Berikutnya mereka hanya bisa bertemu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purba Hutapea dan Kepala UP PKJ TIM Isti Hendarti.

”Masak waktu itu wakil gubernur bilang, saya saja yang menemui seniman sambil lesehan. Memangnya kami ini warga bantaran sungai yang menolak direlokasi. Kami ingin bertemu Gubernur yang mencanangkan Jakarta sebagai kota kebudayaan, secara langsung,” papar Arsono, pematung.

Ketegangan antara Ketua DKJ Irawan Karseno dan Leon Agusta terjadi karena kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Leon merasa Irawan sebagai Ketua DKJ tidak berpihak kepada seniman, terlihat dari sikap Irawan yang menempatkan diri sebagai moderator dan duduk bersama pejabat Pemprov DKI Jakarta dalam acara dialog, beberapa waktu lalu. Sebaliknya, Irawan merasa TIM adalah rumah bersama mereka sehingga wajar jika ia menyambut tamu yang datang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sastrawan Danarto menginginkan semua bisa berbicara dengan kepala dingin. Ia mendukung dialog seniman dan Ahok tanpa perantara. ”Sudahlah, kita sudah tua, jangan marah-marah lagi,” katanya.

Arsono mengatakan, karut-marut ini terjadi karena masing-masing memahami masalah dengan berbeda. Dialog dengan Gubernur berikut jajarannya bisa jadi wadah saling mendengar.

”Seniman juga supaya tahu lebih jelas apa, sih, UPT bagaimana kerjanya. Sebaliknya mereka mau mendengarkan uraian kita. Setelah itu, kan, jadi seimbang. Pak Ahok perlu mendengarkan langsung dan bisa bersikap apakah mau memihak seniman atau tidak. TIM mau dikembangkan atau ditutup,” katanya.

Halaman:


Video Rekomendasi

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Pemuda yang Hendak Curi Motor Melarikan Diri Bersama Seorang Bocah

Megapolitan
Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Ganjil Genap Sudah Diterapkan di Sekitar Kawasan Wisata Jakarta

Megapolitan
Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Babak Baru Korupsi Damkar Depok: Naik ke Penyidikan dan Kemungkinan Tersangka Sudah Ditandai

Megapolitan
Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Serba-serbi Kartu Depok Sejahtera, Janji Kampanye Idris-Imam yang Baru Terwujud

Megapolitan
Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Mobil Keluar Jalur dan Tabrak Sejumlah Orang di Pinggir Jalan, Satu Korban Alami Patah Kaki

Megapolitan
Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Soal Pelaporan Savas Fresh ke Polisi, Atta Hallintar: Manusia Punya Batas Kesabaran

Megapolitan
Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Megapolitan
Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Megapolitan
Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Megapolitan
Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Megapolitan
Jumat Malam, Warga di Sekitar Patal Senayan Mengaku Dengar Ledakan

Jumat Malam, Warga di Sekitar Patal Senayan Mengaku Dengar Ledakan

Megapolitan
Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Megapolitan
Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Megapolitan
Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.