Kompas.com - 09/02/2015, 15:16 WIB
Dua unit kendaraan Pemdam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta menyedot air yang menggenangi Balaikota Jakarta, Senin (9/2/2015) dini hari. Informasi diambil dari Twitter BPBD DKI Jakarta. TWITTERDua unit kendaraan Pemdam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta menyedot air yang menggenangi Balaikota Jakarta, Senin (9/2/2015) dini hari. Informasi diambil dari Twitter BPBD DKI Jakarta.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa hujan lebat yang turun sejak semalam sampai siang di wilayah Jabodetabek akan mereda pada sore menjelang malam hari, Senin (9/2/2015).

Namun, hujan akan kembali turun dengan intensitas sedang hingga lebat pada Selasa (10/2/2015) dini hari sampai pukul 6.00 WIB.

"Dini hari (curah hujan) akan meningkat lagi, mulai dari jam 1.00 WIB," kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG A. Fachri Radjab kepada Kompas.com.

Fachri menyebutkan, BMKG memperkirakan hujan di Jabodetabek masih akan terjadi selama dua hari ke depan. Intensitas hujan pun beragam, mulai dari ringan, sedang, sampai lebat.

Banjir pada hari ini, kata Fachri, disebabkan hujan yang terjadi di Jakarta, bukan di daerah hulu seperti Bogor dan sekitarnya.

Curah hujan tertinggi dari kemarin malam ada di Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan satuan curah hujan 177 milimeter. Curah hujan tersebut termasuk dalam kategori yang cukup tinggi.

Ditambah lagi dengan hujan yang terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dari jam 7.00 WIB hari ini sampai jam 13.00 WIB dengan satuan curah hujan 280 milimeter.

Curah hujan di Cisarua, Bogor sendiri, hanya 37 milimeter dalam 24 jam. Dengan begitu, Fachri menuturkan, esok hari pun, masyarakat masih akan menghadapi kemungkinan hujan deras yang berakibat banjir di Jakarta dan sekitarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Megapolitan
Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.