Kompas.com - 09/02/2015, 21:41 WIB
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama mengaku kesal kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mematikan aliran listrik di rumah pompa Waduk Pluit. Akibatnya, air di Kali Abdul Muis meluap hingga menggenangi kawasan ring I atau Jalan Medan Merdeka. 

Menurut dia, seharusnya pada saat musim hujan seperti ini, rumah pompa di sana dijadikan lokasi vital yang tidak dapat dimatikan aliran listriknya. 

"Kamu tahu enggak kenapa (air Waduk Pluit) naik terus? PLN matikan aliran listrik di situ, makanya pompa enggak bisa jalan dan hujan turun terus, naik dong airnya. Pertanyaan saya, kenapa PLN matiin listrik di Waduk Pluit? Alasannya takut nyetrum orang, sudah banjir belum di Pluit," kata Basuki, di ruang kerjanya, di Balai Kota, Senin (9/2/2015) malam. 

Menurut logika Basuki, untuk apa PLN mematikan aliran listrik di Waduk Pluit, sementara kawasan itu belum terendam banjir.

Apabila di kawasan tersebut sudah banjir, PLN baru bisa menghentikan aliran listrik. Sebab, lanjut dia, genset yang tersedia hanya mampu menyalakan dua dari total 12 pompa.

Basuki mengaku mendapat laporan, sejak pukul 07.00 pagi tadi, aliran listrik di rumah pompa Waduk Pluit sudah mati. "Sekarang air di Waduk Pluit sudah mulai turun 40 cm. Ini kuncinya memang di Waduk Pluit. Saya sudah BBM General Manager (GM)-nya PLN, belum dijawab tuh sama dia. Paling jawabannya takut nyetrum orang juga," kata Basuki.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono menjelaskan, tiga rumah pompa di Waduk Pluit tidak dapat berfungsi optimal.

Operasional rumah pompa hanya mengandalkan genset sehingga kemampuan mesin pompa untuk menyedot air di Kali Abdul Muis yang mengalir ke Cideng hingga ke Pluit menjadi terbatas. Saat ini, kata dia, PLN telah menghidupkan kembali aliran listrik di sana.

Dengan demikian, ia berharap, pompa air yang ada berfungsi optimal. "Sore ini, genangan air di kawasan Medan Merdeka Barat dan Selatan akan surut seiring rumah pompa di Pluit berfungsi maksimal," kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Hendak Tawuran, 12 Remaja Diamankan di Kalideres

Diduga Hendak Tawuran, 12 Remaja Diamankan di Kalideres

Megapolitan
Jalan GDC Depok Rusak hingga Berlubang, Warga Minta Diperbaiki dan Dibuatkan Drainase

Jalan GDC Depok Rusak hingga Berlubang, Warga Minta Diperbaiki dan Dibuatkan Drainase

Megapolitan
Temukan Luka Cakaran, Polisi Duga Pria Bertato Korban Pembunuhan Sempat Melawan

Temukan Luka Cakaran, Polisi Duga Pria Bertato Korban Pembunuhan Sempat Melawan

Megapolitan
Meski Kerap Mengkritik, Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Bakal Menonton Formula E dari TV

Meski Kerap Mengkritik, Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Bakal Menonton Formula E dari TV

Megapolitan
Meski Beri Kritik, Fraksi PDI-P DPRD DKI Tak Larang Anggotanya Nonton Formula E

Meski Beri Kritik, Fraksi PDI-P DPRD DKI Tak Larang Anggotanya Nonton Formula E

Megapolitan
29.000 Jemaah Haji Bakal Berangkat dan Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

29.000 Jemaah Haji Bakal Berangkat dan Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Bocah di Cengkareng Mengaku Berkali-kali Diperkosa Paman sejak 3 Tahun Lalu

Bocah di Cengkareng Mengaku Berkali-kali Diperkosa Paman sejak 3 Tahun Lalu

Megapolitan
Polda Metro: Buruh Bakal Gelar Demo di Depan Gedung DPR/MPR Sabtu Besok

Polda Metro: Buruh Bakal Gelar Demo di Depan Gedung DPR/MPR Sabtu Besok

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Masih Diwajibkan Pakai Masker

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Masih Diwajibkan Pakai Masker

Megapolitan
Polda Metro Jaya Kejar Pemimpin Jaringan WNA Pelaku Skimming ATM di Jakarta

Polda Metro Jaya Kejar Pemimpin Jaringan WNA Pelaku Skimming ATM di Jakarta

Megapolitan
Pedemo Tuntut Kedubes Singapura Minta Maaf Buntut Pengusiran UAS dari Negara Tersebut

Pedemo Tuntut Kedubes Singapura Minta Maaf Buntut Pengusiran UAS dari Negara Tersebut

Megapolitan
Jelang Relokasi Pengungsi Korban Kebakaran Pasar Gembrong, Akses Jalan ke Rusun CBU Masih Terbatas

Jelang Relokasi Pengungsi Korban Kebakaran Pasar Gembrong, Akses Jalan ke Rusun CBU Masih Terbatas

Megapolitan
WNA Pelaku Skimming ATM Raup Rp 1,2 Miliar dalam 2 Bulan

WNA Pelaku Skimming ATM Raup Rp 1,2 Miliar dalam 2 Bulan

Megapolitan
Kebakaran Melanda Rumah di Kebayoran Lama, 12 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Rumah di Kebayoran Lama, 12 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Bocah di Cengkareng Diduga Diperkosa Paman hingga Tetangga, Satu Pelaku Masih Diburu

Bocah di Cengkareng Diduga Diperkosa Paman hingga Tetangga, Satu Pelaku Masih Diburu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.