Kompas.com - 09/02/2015, 22:25 WIB
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengklaim Pemprov DKI melakukan peningkatan dalam mengantisipasi banjir, termasuk dengan terus membuka tiga Pintu Air Manggarai setiap harinya meskipun belum mencapai garis merah (Siaga I). 

Menurut dia, banjir yang tak kunjung usai pada Senin (9/2/2015) ini hanya diakibatkan hujan yang terus turun dengan curah hujan tinggi, rob, serta pompa Waduk Pluit yang tidak berfungsi optimal.

Hal itu pula yang menyebabkan kawasan Ring I, termasuk Istana Negara dan gedung pemerintahan, terendam banjir. 

"Saya berkali-kali sudah bilang, enggak mungkin Istana dan Monas banjir. Enggak ada alasan banjir, apalagi (posisi air di pintu air) Manggarai begitu rendah. Kampung Pulo juga sekarang banjir, 3-4 jam kemudian sudah surut," kata Basuki, di Balai Kota, Senin.

Ketika akan berangkat kerja ke Balai Kota sekitar pukul 07.00, Basuki mengaku terkejut mengapa air di Waduk Pluit sangat tinggi. Padahal, di sana ada 12 pompa besar dan berfungsi baik.

Selain itu, sejak Waduk Pluit belum dinormalisasi, kawasan Istana Negara selalu terbebas dari banjir. Itu disebabkan pompa di sana yang masih berfungsi. Sementara itu, pada banjir kali ini, Waduk Pluit menjadi penyebab terendamnya kawasan jalan protokol Ibu Kota.

Mengapa? Karena PLN, lanjut dia, yang sengaja mematikan aliran listrik di rumah pompa Waduk Pluit sehingga pompa Waduk Pluit tidak berjalan dan berfungsi.

"Kalau bagian barat dan timur, saya akui memang (antisipasi banjir) belum siap, tapi kalau (antisipasi banjir) di tengah (pusat) selesai. Makanya, selama ini, saya berani jamin kawasan Istana tidak terendam banjir, beres, dan genangan tidak lebih dari sehari," kata Basuki.

Apabila aliran listrik dan pompa Waduk Pluit telah berfungsi optimal, Basuki meyakini kawasan Ring I tidak lagi terendam banjir. Untuk menghindari ancaman oknum, Basuki mengaku telah menempatkan personel Brimob menjaga Waduk Pluit.

"Orang bilang saya paranoid, terserah kamu mau ngomong apa. Kalau perlu saya suruh polisi dan tentara menjaga Waduk Pluit, jangan-jangan ada sabotase di sana," kata pria yang biasa disapa Ahok itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Taksi yang Cabuli Anak di Kebayoran Lama Disebut Juga Pamer Kelamin ke Bocah Lain

Sopir Taksi yang Cabuli Anak di Kebayoran Lama Disebut Juga Pamer Kelamin ke Bocah Lain

Megapolitan
Roy Suryo Jadikan Lieus Sungkharisma sebagai Saksi Kasus Meme Patung Sang Buddha Mirip Jokowi

Roy Suryo Jadikan Lieus Sungkharisma sebagai Saksi Kasus Meme Patung Sang Buddha Mirip Jokowi

Megapolitan
Digugat Perdata, Holywings Diminta Ganti Kerugian Rp 100 Miliar

Digugat Perdata, Holywings Diminta Ganti Kerugian Rp 100 Miliar

Megapolitan
Klaim Dinas Peternakan, Belum Ada Kasus Hewan Ternak yang Mati akibat PMK di Tangsel

Klaim Dinas Peternakan, Belum Ada Kasus Hewan Ternak yang Mati akibat PMK di Tangsel

Megapolitan
Promosi Bernada Prostitusi, Pemprov DKI Siapkan Teguran kepada Bar Mr. Braid

Promosi Bernada Prostitusi, Pemprov DKI Siapkan Teguran kepada Bar Mr. Braid

Megapolitan
Anies Minta Warga Kamal Muara Tak Boros Pakai Air PAM

Anies Minta Warga Kamal Muara Tak Boros Pakai Air PAM

Megapolitan
Ini Lokasi yang Lampunya Akan Dipadamkan Pemprov DKI dalam Rangka Selamatkan Bumi

Ini Lokasi yang Lampunya Akan Dipadamkan Pemprov DKI dalam Rangka Selamatkan Bumi

Megapolitan
Posko Dukcapil Dibuka Lagi di Rawa Buaya, Layani Ganti Dokumen karena Perubahan Nama Jalan di Jakarta Barat

Posko Dukcapil Dibuka Lagi di Rawa Buaya, Layani Ganti Dokumen karena Perubahan Nama Jalan di Jakarta Barat

Megapolitan
Selamatkan Bumi, Berikut Lokasi Pemadaman Lampu di Jakarta pada Akhir Pekan

Selamatkan Bumi, Berikut Lokasi Pemadaman Lampu di Jakarta pada Akhir Pekan

Megapolitan
Selamatkan Bumi, Pemprov DKI Akan Padamkan Lampu Selama 60 Menit di Beberapa Titik

Selamatkan Bumi, Pemprov DKI Akan Padamkan Lampu Selama 60 Menit di Beberapa Titik

Megapolitan
Persiapan Revitalisasi, Permukiman Korban Kebakaran Pasar Gembrong Diratakan

Persiapan Revitalisasi, Permukiman Korban Kebakaran Pasar Gembrong Diratakan

Megapolitan
Kuasa Hukum: Kami Ingin Buktikan Roy Suryo Korban Kasus Unggahan Meme Patung Sang Buddha

Kuasa Hukum: Kami Ingin Buktikan Roy Suryo Korban Kasus Unggahan Meme Patung Sang Buddha

Megapolitan
Saat Wagub Ariza Ralat Pernyataan Sendiri soal Nasib Holywings...

Saat Wagub Ariza Ralat Pernyataan Sendiri soal Nasib Holywings...

Megapolitan
Anak yang Diduga Dicabuli Tetangga di Kebayoran Lama Trauma, Orangtua: Sering Melamun, lalu Menangis

Anak yang Diduga Dicabuli Tetangga di Kebayoran Lama Trauma, Orangtua: Sering Melamun, lalu Menangis

Megapolitan
Buntut Promosi Holywings, Dua Orang Bernama Muhammad Ajukan Gugatan Perdata terhadap PT Aneka Bintang Gading ke PN Tangerang

Buntut Promosi Holywings, Dua Orang Bernama Muhammad Ajukan Gugatan Perdata terhadap PT Aneka Bintang Gading ke PN Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.