Kompas.com - 10/02/2015, 04:32 WIB
Rahmat Effendi (kini Wali Kota Bekasi) usai mencoblos pada Pilkada Kota bekasi, Minggu (15/12/2012). Warkotalive.comRahmat Effendi (kini Wali Kota Bekasi) usai mencoblos pada Pilkada Kota bekasi, Minggu (15/12/2012).
EditorHindra Liauw
BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta para korban banjir untuk bersabar menanti penyelesaian pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir yang mulai dilaksanakan 2015.

"Banjir yang terjadi kali ini mirip dengan kasus pada tahun 2014. Baik lokasi yang terdampak maupun penyebabnya, karena infrastruktur penanggulangannya pun baru mau kita mulai tahun ini," katanya di Bekasi, Senin (9/2/2015).

Menurut dia, ada sekitar 49 titik banjir di wilayahnya yang kerap terjadi setiap tahun pada saat musim hujan.

"Memang belum ada perbedaan karena pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir di lokasi-lokasi tersebut baru akan dilaksanakan tahun ini. Itu pun menunggu musim hujan reda," katanya.

Infrastruktur penanggulangan banjir itu antara lain pembuatan tandon di Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Perumahan Dosen IKIP Kecamatan Jatiasih, Kelurahan Aren Jaya Kecamatan Bekasi Timur, dan sodetan di Harapan Mulya.

"Jika infrastruktur tersebut rampung, ada lima hingga enam wilayah yang bisa tertangani banjirnya," katanya.

Dia mengatakan, peristiwa banjir yang melanda 36 titik pada Senin dikarenakan intensitas hujan yang tinggi sejak Minggu (8/2/2015) malam hingga Senin malam.

"Jumlah itu belum termasuk kawasan perumahan warga yang berada di bantaran Kali Bekasi," katanya.

Namun kali ini, warga bantaran tersebut tidak terkena dampak banjir karena air Kali Bekasi yang merupakan kiriman dari Kabupaten Bogor tidak meluap.

"Saya berharap warga bisa sabar menanti proyek penanggulangan banjir yang akan kita kerjakan dapat rampung secara bertahap," katanya.

PROYEK PENANGGULANGAN BANJIR BEKASI DIMULAI 2015

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Megapolitan
Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Megapolitan
Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Megapolitan
Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Megapolitan
Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Megapolitan
1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Megapolitan
Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Megapolitan
3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

Megapolitan
Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.