Datangi Istana, Ahok Minta Jokowi Perintahkan PLN Tak Matikan Listrik di Waduk Pluit

Kompas.com - 10/02/2015, 11:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/2/2015). KOMPAS.com/Indra AkuntonoGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/2/2015).
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/2/2015). Dalam kesempatan ini, Ahok meminta Presiden Jokowi memberikan perintah kepada pihak PLN agar tidak memutus aliran listrik di Waduk Pluit dan lokasi rumah pompa di Jakarta Utara.

"Saya sudah sampaikan pada Pak Presiden minta bantu supaya untuk pompa-pompa sepanjang (Jakarta) Utara, waduk-waduk utara itu tidak boleh ada pemutusan listrik," kata Ahok, seusai menemui Presiden.

Ahok menjelaskan, aliran listrik di rumah pompa Waduk Pluit tidak boleh terputus, walau hanya sementara, untuk mencegah terjadinya banjir di Jakarta. Jika aliran listrik terputus, maka hal itu akan berdampak pada telatnya mengosongkan volume air di Waduk Pluit sehingga aliran air di tempat lain menjadi meluap dan banjir.

"Saya minta Presiden, tolong bantu segala cara kasih tahu PLN, waduk tidak boleh putus listrik. PLN tidak boleh ada alasan mutusin listrik. Presiden lebih tahu," ujarnya. (baca: Kawasan Istana Terendam Banjir, Ahok Curiga Ada Sabotase)

Ahok menambahkan, daya tampung Waduk Pluit akan didorong ke titik maksimal dengan mampu menampung air sebanyak 1,5 juta kubik. Hal itu dapat direalisasikan dengan cara mengeruk. Waduk Pluit akan berfungsi optimal jika rumah pompa dapat bekerja baik dalam membuang air di waduk langsung ke lautan sehingga air yang mengalir dari kota dapat tertampung di waduk tersebut.

"Presiden akan bilang PLN khusus pompa-pompa di Utara, tidak ada toleransi dimatikan," pungkas Ahok.

Mengutip Harian Kompas, Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara Kasna mengatakan, kinerja pompa sempat terganggu akibat adanya pemadaman listrik pukul 11.30 hingga 14.00. Padahal, saat itu ketinggian air terus naik signifikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Air meningkat drastis, tetapi kami hanya dapat mengoperasikan empat pompa. Itu disebabkan hanya mengandalkan genset, jadi tidak semua bisa dihidupkan,” ujar penanggung jawab Rumah Pompa Waduk Pluit, Joko.

Secara keseluruhan, terdapat 10 pompa di tiga rumah pompa di Waduk Pluit, tetapi satu pompa rusak.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Mambang Hertadi menyampaikan, pemadaman listrik dilakukan untuk menghindari terjadinya hal yang membahayakan warga.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Megapolitan
Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Megapolitan
Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Megapolitan
Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

Megapolitan
Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Megapolitan
Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak "Paket" di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Megapolitan
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Megapolitan
Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Megapolitan
RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.