Kompas.com - 11/02/2015, 13:53 WIB
Warga menunggu kedatangan kereta komuter dari arah Serpong di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2015). Hujan yang turun sepanjang hari di Jabodetabek membuat sejumlah wilayah tergenang, termasuk di Stasiun Tanah Abang. Akibatnya, perjalanan kereta komuter terganggu sejak Senin pagi hingga menjelang malam. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOWarga menunggu kedatangan kereta komuter dari arah Serpong di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2015). Hujan yang turun sepanjang hari di Jabodetabek membuat sejumlah wilayah tergenang, termasuk di Stasiun Tanah Abang. Akibatnya, perjalanan kereta komuter terganggu sejak Senin pagi hingga menjelang malam.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Permukaan tanah yang semakin rendah dari tahun ke tahun disebut menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta. Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bambang Surya Putra menuturkan, penurunan permukaan tanah semakin terasa.

"Tanah di Jakarta satu tahun turun 18 sentimeter. Terasa sekali penurunannya. Contohnya saat saya masih kecil dulu, jembatan di dekat rumah yang masih tinggi sekarang sudah dekat sekali dengan air sungai," kata Bambang kepada Kompas.com, Rabu (11/2/2015).

Penyebab penurunan pun beragam. Ada yang menyebutkan karena ekstraksi air tanah yang cukup banyak sehingga lapisan antara tanah bagian atas dengan bawah tidak kuat. Ada yang menyebut karena banyaknya pembangunan menggunakan beton, dan sebagainya.

Jenis tanah di Jakarta sebagian besar, sebut Bambang, adalah tanah lempung. Tanah lempung berbeda dan tidak sepadat jenis tanah yang lain, seperti tanah merah.

Tanah lempung dapat menyerap air hingga kadar tertentu. Jika misalnya terjadi hujan selama empat hari, maka tanah lempung dapat jenuh dan tidak bisa menyerap air lagi. Hal ini diperparah dengan banyaknya pembangunan dengan beton dan aspal.

Turunnya permukaan tanah menyebabkan air mudah sekali tertampung di Jakarta. Oleh karena itu, peran pompa sangat besar dalam mengatasi banjir. Pompa pun harus selalu hidup pada musim hujan seperti sekarang ini.

"Drainase harus lancar, bebas dari sampah dan lumpur. Pompa juga harus lancar," tambah dia.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Megapolitan
Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Megapolitan
Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Megapolitan
Larangan Mudik Berakhir, Tercatat 76.942 Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Berakhir, Tercatat 76.942 Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Marak Mudik Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Dipadati Calon Penumpang

Marak Mudik Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Dipadati Calon Penumpang

Megapolitan
UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

Megapolitan
Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Megapolitan
3 Kasus Pelecehan Seksual dengan Korban di Bawah Umur di Bekasi, Pelaku dari Anak Anggota DPRD, Maling, hingga Guru

3 Kasus Pelecehan Seksual dengan Korban di Bawah Umur di Bekasi, Pelaku dari Anak Anggota DPRD, Maling, hingga Guru

Megapolitan
Pengakuan ART yang Aniaya Majikan: Stres Sering Dimarahi, Beban Kerja Berat

Pengakuan ART yang Aniaya Majikan: Stres Sering Dimarahi, Beban Kerja Berat

Megapolitan
Mobil Range Rover Hangus Terbakar di Pulogadung

Mobil Range Rover Hangus Terbakar di Pulogadung

Megapolitan
Sistem Satu Arah Diberlakukan di Kawasan Pulogebang

Sistem Satu Arah Diberlakukan di Kawasan Pulogebang

Megapolitan
Fakta ART Aniaya Majikan di Cengkareng, Korban yang Seorang Lansia Dipukul, Dicakar hingga Ditendang

Fakta ART Aniaya Majikan di Cengkareng, Korban yang Seorang Lansia Dipukul, Dicakar hingga Ditendang

Megapolitan
Kepatuhan Protokol Kesehatan Jakarta di Tempat Wisata Terendah, Wagub DKI: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Kepatuhan Protokol Kesehatan Jakarta di Tempat Wisata Terendah, Wagub DKI: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X