Kompas.com - 16/02/2015, 14:08 WIB
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, tepatnya di sekitar proyek MRT, di depan Polda Metro Jaya, seolah berubah menjadi areal parkir kendaraan pribadi saat jam kerja, seperti yang terlihat pada Rabu (20/8/2014). Masyarakat menaruh harapan besar terhadap proyek pembangunan transportasi massal tersebut dalam mengurai kemacetan di Jakarta. KOMPAS/WAWAN H PRABOWO WAWAN H PRABOWOJalan Jenderal Sudirman, Jakarta, tepatnya di sekitar proyek MRT, di depan Polda Metro Jaya, seolah berubah menjadi areal parkir kendaraan pribadi saat jam kerja, seperti yang terlihat pada Rabu (20/8/2014). Masyarakat menaruh harapan besar terhadap proyek pembangunan transportasi massal tersebut dalam mengurai kemacetan di Jakarta. KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengerjaan proyek pembangunan di Jakarta Selatan, yaitu kereta transportasi massal cepat (MRT), jalan layang khusus bus transjakarta Koridor XIII Kapten Tendean-Blok M-Ciledug, juga jalan layang Permata Hijau memicu kemacetan nyaris setiap hari. Masyarakat memahami pembangunan ketiga proyek itu merupakan bagian penataan agar nantinya kota lebih nyaman, tetapi kurangnya upaya rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung amat mengganggu mobilitas warga.

Pada Minggu (15/2), pengguna jalan di ruas Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan, harus melaju pelan karena ada penyempitan jalan. Di lokasi itu, sebagian badan jalan terpakai untuk pengecekan tanah jalan layang.

Penyempitan jalan juga terlihat di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kemarin ada sejumlah petugas yang bekerja membongkar separator jalan. Para pengguna jalan harus melaju pelan menghindari material bangunan, seperti batu bata dan seng, yang menutupi lokasi pengecekan tanah.

Jajang (40), salah satu petugas pembangunan, Minggu, mengatakan, dirinya sudah sebulan bekerja membongkar separator jalan. Pembongkaran dilaksanakan setiap hari, mulai dari pukul 08.00 hingga 22.00. Menurut dia, di tengah jalan itu akan di bangun tiang penyangga jalan layang. Adapun pembangunannya dilaksanakan pada Maret 2015.

”Sekarang fokusnya adalah pembongkaran separator dan pengecekan tanah,” kata Jajang.

Menurut Jajang, selalu ada petugas khusus untuk mengatur lalu lintas di sekitar proyek.

Kepadatan lalu lintas yang bertambah parah juga terjadi di Jalan Fatmawati. Sebagian jalan di lokasi itu dipakai untuk pembangunan MRT. Pada hari kerja terlihat sejumlah petugas membongkar separator jalan. Petugas juga membuat lubang di depan lahan milik warga untuk pengecekan tanah.

Dewo (30), salah satu pengendara sepeda motor, menuturkan, pada hari kerja kepadatan di jalan itu semakin parah. Kepadatan terjadi hampir sepanjang hari. ”Tidak jelas kapan pembangunan selesai. Setiap hari jalanan semakin padat,” katanya.
Rekayasa lalu lintas

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Sutimin menjelaskan, pembangunan MRT dan jalan layang mengakibatkan bertambahnya kepadatan lalu lintas di sejumlah wilayah di Jakarta Selatan. Pembangunan jalan layang, misalnya, mengakibatkan ada penyempitan jalan sebesar setengah meter di ruas Jalan Ciledug Raya.

Untuk mengatasi itu, kata Sutimin, pihaknya menyiagakan sejumlah petugas guna mengurai kemacetan. Namun, menurut dia, rekayasa belum bisa dilakukan karena koordinasi dengan pemangku kebijakan baru akan dilaksanakan pekan ini.

”Selain rekayasa lalu lintas, akan ada penertiban pedagang kaki lima dan penertiban parkir untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Namun, rapat dengan para pihak baru bisa dilakukan pekan ini. Untuk sementara kami menyiagakan 60 petugas lalu lintas,” ujarnya. (DNA)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PN Jakarta Barat Ditutup Sementara, 13 Orang Positif Covid-19

PN Jakarta Barat Ditutup Sementara, 13 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
BK DPRD DKI Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Prasetyo Edi Pekan Depan

BK DPRD DKI Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Prasetyo Edi Pekan Depan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Melonjak, Wali Kota Arief Duga Banyak Pasien Suspek Omicron

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Melonjak, Wali Kota Arief Duga Banyak Pasien Suspek Omicron

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, BOR RS Rujukan di Kota Tangerang Naik Jadi 13 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, BOR RS Rujukan di Kota Tangerang Naik Jadi 13 Persen

Megapolitan
Saksi Ungkap Alasan Munarman Jadi Pemateri di Acara Baiat ISIS, Terkenal dan Sering Tampil di Media

Saksi Ungkap Alasan Munarman Jadi Pemateri di Acara Baiat ISIS, Terkenal dan Sering Tampil di Media

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemuda yang Sekap Temannya hingga Tewas di Kamar Mandi Sebuah Rumah di Jatiwaringin

Polisi Tangkap Pemuda yang Sekap Temannya hingga Tewas di Kamar Mandi Sebuah Rumah di Jatiwaringin

Megapolitan
Revitalisasi TMII, Snowbay hingga Museum yang Terbengkalai Akan Dibongkar

Revitalisasi TMII, Snowbay hingga Museum yang Terbengkalai Akan Dibongkar

Megapolitan
Ketua Dewan Penasehat Sirkuit Mandalika Pesimis Lintasan Formula E Bisa Selesai

Ketua Dewan Penasehat Sirkuit Mandalika Pesimis Lintasan Formula E Bisa Selesai

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Ada Kemungkinan PPKM di Depok Jadi Level 3

Kasus Covid-19 Meningkat, Ada Kemungkinan PPKM di Depok Jadi Level 3

Megapolitan
Polisi Pastikan 5 Tersangka Pengeroyok Kakek di Cakung Tak Punya Hubungan dengan Korban

Polisi Pastikan 5 Tersangka Pengeroyok Kakek di Cakung Tak Punya Hubungan dengan Korban

Megapolitan
Polisi Masih Cari Beberapa Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Polisi Masih Cari Beberapa Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bangun Kandang Kambing di 11 Kecamatan, Habiskan Dana Rp 1,9 Miliar

Pemkot Bekasi Bangun Kandang Kambing di 11 Kecamatan, Habiskan Dana Rp 1,9 Miliar

Megapolitan
Batal Dipanggil BK Hari Ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Merasa Tersandera

Batal Dipanggil BK Hari Ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Merasa Tersandera

Megapolitan
Cegah Penularan Covid-19, Warga Diimbau Rayakan Imlek secara Virtual

Cegah Penularan Covid-19, Warga Diimbau Rayakan Imlek secara Virtual

Megapolitan
Bertemu Relawan di Makassar, Anies Baswedan Disebut Sudah Terbuka Ingin Maju Pilpres 2024

Bertemu Relawan di Makassar, Anies Baswedan Disebut Sudah Terbuka Ingin Maju Pilpres 2024

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.