Layani Komunikasi Penumpang, Transjakarta Siapkan Kondektur Khusus

Kompas.com - 18/02/2015, 01:52 WIB
Halte Busway Harmoni, Gambir Jakarta Pusat. Pada Selasa (21/1/2014) telah terjadi tindak pelecehan seksual terhadap seorang penumpang yang dilakukan oleh empat petugas transjakarta. KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El AnshariHalte Busway Harmoni, Gambir Jakarta Pusat. Pada Selasa (21/1/2014) telah terjadi tindak pelecehan seksual terhadap seorang penumpang yang dilakukan oleh empat petugas transjakarta.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transjakarta selaku pengelola bus transjakarta akan menyiapkan petugas baru yang disebut sebagai on board transjakarta. Posisi petugas on board ini dirancang terutama untuk melayani kebutuhan komunikasi para penumpang bus transjakarta.

"On board transjakarta akan menjadi ujung tombak kita untuk pelayanan komunikasi kepada masyarakat, jadi bukan kondektur bus biasa," kata Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Antonius NS Kosasih, Selasa (17/2/2015).

Kosasih menuturkan, petugas on board transjakarta ini nantinya akan ditempatkan di titik tempat penumpang akan memasuki bus transjakarta. Meski tugasnya juga mirip dengan petugas keamanan yang telah ada sebelum-sebelumnya, petugas on board akan lebih dibekali pengetahuan mengenai bus dan koridor serta operasional transjakarta setiap harinya.

Tujuan dibuatnya posisi petugas on board, ujar Kosasih, adalah untuk melaksanakan standar pelayanan minimum yang sedang gencar dikejar oleh PT Transjakarta. Selain membentuk petugas baru, ke depannya, sopir-sopir bus transjakarta maupun bus lain yang dapat melintasi jalur transjakarta harus disertifikasi.


Proses sertifikasi ini akan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya. Sopir-sopir yang sudah tersertifikasi wajib untuk menyetir armada dengan baik alias tidak kebut-kebutan dan lebih menjaga keselamatan penumpang. Mereka juga tidak diperbolehkan untuk ngetem karena sistem setoran tidak lagi digunakan, melainkan dengan pola pembayaran rupiah per kilometer.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

Megapolitan
Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

Megapolitan
3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

Megapolitan
Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

Megapolitan
BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

Megapolitan
Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

Megapolitan
SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X