Kompas.com - 20/02/2015, 22:40 WIB
Ribuan pencari kerja mengantre di Kompas Karier Fair 2014 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (22/8/2014). Acara yang berlangsung hingga Sabtu, 23 Agustus ini diikuti oleh 160 perusahaan yang berasal dari berbagai macam bidang mulai dari perbankan, asuransi, konstruksi, media hingga otomotif. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESRibuan pencari kerja mengantre di Kompas Karier Fair 2014 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (22/8/2014). Acara yang berlangsung hingga Sabtu, 23 Agustus ini diikuti oleh 160 perusahaan yang berasal dari berbagai macam bidang mulai dari perbankan, asuransi, konstruksi, media hingga otomotif.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Para pencari kerja di Jakarta Selatan dinilai selektif dalam memilih pekerjaan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya para pencari kerja yang tidak mengambil tawaran kerja dari Suku Dinas Jakarta Selatan.

"Kadang-kadang para pencari kerja itu mencari berdasarkan apa yang diinginkannya. Begitu ada penawaran kerja lain yang lebih baik, keluar lagi. Itu kendala yang selalu dikeluhkan perusahaan," kata Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Selatan, Washington Siagian, Jumat (20/2/2015).

Kepada Kompas.com, Washington menuturkan bahwa Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memfasilitasi para pencari kerja melalui job fair dan penempatan kerja di perusahaan. Upaya inilah yang memengaruhi penurunan jumlah pengangguran di Jakarta Selatan. [Baca: Kurangi Pengangguran, Perusahaan dan Pekerja Harus Jaga Hubungan]

"Kenapa bisa turun? Karena kita genjot melalui job fair. Kemudian kita juga melakukan penempatan langsung pada perusahaan yang membutuhkan pencari kerja," ucap Washington.

Namun, Washington sering menemukan pencari kerja yang telah lolos seleksi dan menandatangani kontrak, tetapi tidak hadir saat harus bekerja.

Menurut Washington, ini mungkin saja dikarenakan pencari kerja mendapatkan tawaran kerja yang lebih baik di tempat lain.

"Pada saat orang sudah lolos interview, sudah tanda tangan kontrak, waktu mau masuk kerja enggak datang. Mungkin sudah dapat tawaran yang lebih bagus, banyak kita alami itu," ucap Washington.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan bahwa fenomena tersebut bukan kesalahan pihak pemerintah maupun perusahaan, melainkan kembali ke pilihan masing-masing pencari kerja.

"Yang salah siapa? Enggak bisa kita bilang salah kita, bukan salah perusahaan juga. Kembali lagi ke SDM kita," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Megapolitan
Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut 'Deja Vu' Tahun Lalu

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut "Deja Vu" Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Megapolitan
Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Polisi Sebut Temukan Beragam Jenis Narkoba Saat Penangkapan Anji

Megapolitan
Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Megapolitan
Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Uji Coba Lintasan Road Bike di JLNT Tetap Berlanjut meski Rambu Pengecualian Dicopot

Megapolitan
UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

UPDATE 13 Juni: Bertambah 76, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang jadi 10.001

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, 2.769 Orang Positif Hari Ini

Megapolitan
Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Anji Ditangkap Polisi Saat Sendirian di Rumah Kawasan Cibubur

Megapolitan
Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Musisi Berinisial EAP alias AN Ditangkap, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Megapolitan
Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Anies Targetkan Jakarta Capai Imunitas Kolektif Saat Hari Kemerdekaan

Megapolitan
Tenteng Celurit Sambil 'Live' Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Tenteng Celurit Sambil "Live" Instagram, Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Pemprov DKI Diusulkan Atur Lintasan Road Bike di JLNT Casablanca dalam Pergub

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X