Kompas.com - 23/02/2015, 09:14 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian menyatakan, penentuan pihak yang bersalah dalam sebuah peristiwa kecelakaan tidak didasarkan pada besar atau kecilnya ukuran kendaraan. Sebab, semuanya harus didasarkan pada fakta-fakta di lapangan berdasarkan keterangan para saksi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Sutimin menyampaikan hal itu untuk menanggapi kasus tabrakan antara sebuah bus polisi dan sepeda motor di terowongan Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015).

"Peraturan hukum itu tidak didasarkan pada besar atau kecilnya kendaraan. Jadi, kalau ada kendaraan roda empat dan roda dua terlibat kecelakaan, tidak selamanya roda dua itu benar," kata dia kepada Kompas.com, Senin (23/2/2015).

Menurut Sutimin, sampai saat ini, pihaknya masih berusaha mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti. Adapun saksi yang diperiksa sejauh ini baru tiga orang, masing-masing dua orang pengguna motor yang kebetulan melintas sesaat setelah kejadian dan si pengemudi bus, Brigadir Dua Ricky Alexander. Sementara itu, si pengemudi motor, Guntur (53), baru akan diperiksa pada Rabu (25/2/2015) besok.

Menurut Sutimin, jarak pemeriksaan terhadap Guntur dan waktu kejadian yang tergolong lama disebabkan pihaknya masih menunggu kesediaan dari Guntur. "Kita siap kapan saja. Kalau beliau maunya Selasa besok, pasti akan kita lakukan," ujar dia.

Kecelakaan antara bus polisi dan sepeda motor yang dikemudikan Guntur terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, ada empat bus yang berjalan beriringan dari arah Jalan Pattimura menuju Jalan Prapanca Raya. Bus yang menyerempet motor Guntur adalah bus yang berada di urutan kedua. Akibatnya, Guntur dan orang yang ia bonceng yang juga merupakan anaknya, Laila Fitriyani (15), terpental.

Guntur tak mengalami luka berarti, tetapi anaknya terluka di bagian kepala dan tidak sadarkan diri. Pelajar SMKN 15 itu sempat dibawa ke puskesmas, selanjutnya dipindahkan ke RS Fatmawati. Di rumah sakit itulah, Laila mengembuskan napas terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Megapolitan
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Megapolitan
Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Megapolitan
Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Megapolitan
Tiga Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Masih Bertugas Hingga Hari Ini

Tiga Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Masih Bertugas Hingga Hari Ini

Megapolitan
Ingin Menolong Temannya, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Ciliwung

Ingin Menolong Temannya, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Ciliwung

Megapolitan
Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Portugal Dipulangkan Hari Ini

Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Portugal Dipulangkan Hari Ini

Megapolitan
Polisi Tetapkan 8 Tersangka pada Kasus Begal Motor di Kalideres

Polisi Tetapkan 8 Tersangka pada Kasus Begal Motor di Kalideres

Megapolitan
ASN Kota Tangerang Belum Tes Narkoba, Kesbangpol Terganjal Izin Wali Kota

ASN Kota Tangerang Belum Tes Narkoba, Kesbangpol Terganjal Izin Wali Kota

Megapolitan
Polisi Sebut 2 Kendala pada Penyelidikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Polisi Sebut 2 Kendala pada Penyelidikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Megapolitan
Tepergok Pemilik Motor, Pencuri Tertangkap di Tanjung Priok

Tepergok Pemilik Motor, Pencuri Tertangkap di Tanjung Priok

Megapolitan
Kipas Angin Meledak, Apinya Langsung Hanguskan Kamar Berbahan Kayu di Cipondoh

Kipas Angin Meledak, Apinya Langsung Hanguskan Kamar Berbahan Kayu di Cipondoh

Megapolitan
Produsen Tembakau Sintesis di Kabupaten Bogor Ditangkap, 24 Kg Bahan Baku Disita

Produsen Tembakau Sintesis di Kabupaten Bogor Ditangkap, 24 Kg Bahan Baku Disita

Megapolitan
Kantor Non-esensial di Jakarta Boleh WFO Maksimal 25 Persen Selama PPKM Level 3

Kantor Non-esensial di Jakarta Boleh WFO Maksimal 25 Persen Selama PPKM Level 3

Megapolitan
Warga yang Laporkan 16 Sekuriti Perumahaan di Kembangan Mengaku Kendaraannya Sering Diadang

Warga yang Laporkan 16 Sekuriti Perumahaan di Kembangan Mengaku Kendaraannya Sering Diadang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.