Apa Motif Letupan di ITC Depok?

Kompas.com - 24/02/2015, 17:31 WIB
Sejumlah anggota polisi dengan anjing pelacak yang disiagakan di ITC Depok, pasca penemuan sebuah paket diduga bom di lantai dasar pusat perbelanjaan tersebut, Senin (23/2/2015) Alsadad RudiSejumlah anggota polisi dengan anjing pelacak yang disiagakan di ITC Depok, pasca penemuan sebuah paket diduga bom di lantai dasar pusat perbelanjaan tersebut, Senin (23/2/2015)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
DEPOK, KOMPAS.com - Kapolres Kota Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah menyatakan bahwa polisi belum bisa memastikan motif di balik peristiwa letupan di ITC Depok, Senin (23/2/2015) kemarin malam.

Sebab, ia mengaku sampai sejauh ini hasil penyelidikan belum menemukan titik terang mengenai orang yang meletakkan kardus di toilet yang ada di lantai mezzanine itu.

"Motif belum bisa dipastikan karena pelaku juga belum ditangkap. Yang pasti sih ini tujuannya untuk membuat resah," kata Subarkah, di Mapolres Kota Depok, Selasa (24/2/2015).

Meski demikian, Subarkah meminta warga tak perlu resah. Dia meyakini polisi akan rutin melakukan pengamanan, terutama di pusat keramaian.

"Kita rutin patroli ke sentra bisnis yang ada di Depok. Jadi kita minta masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa," ujarnya. [Baca: Polisi Periksa Rekaman CCTV di ITC Depok]

Seperti diberitakan, letupan di ITC Depok bersumber dari salah satu kardus berisi kaleng, baterai, rangkaian kabel berwarna merah dan hitam, cairan, detonator serta empat buah botol plastik berwarna biru.

Namun, letupan tersebut tak menimbulkan kerusakan. Beberapa saksi mata menyatakan bahwa suara letupan seperti letusan balon ataupun suara benda berukuran berat yang jatuh dari ketinggian.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X