Cerita Ketua DPRD DKI yang Sakit karena "Menjaga" Ahok - Kompas.com
BrandzView

Cerita Ketua DPRD DKI yang Sakit karena "Menjaga" Ahok

Kompas.com - 25/02/2015, 07:08 WIB
Kompas.com/Unoviana Kartika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima potongan tumpeng pertama dari Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi di Jakarta, Rabu (26/11/2014).
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku jatuh sakit beberapa hari yang lalu. Prasetyo mengatakan sakit yang dia alami kemungkinan karena terlalu pusing memikirkan polemik APBD antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI.

"Saya pikir saya robot yah. Ternyata sakit juga saya. Manusia ada batasnya," ujar Prasetyo, Selasa (24/2/2015).

Prasetyo pun menceritakan keluh kesannya selama menjadi mitra Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melalui DPRD DKI. Sebenarnya, Prasetyo mengaku suka dengan kepemimpinan Basuki atau yang akrab disapa Ahok.

Di mata Prasetyo, Ahok adalah pemimpin yang membuat terobosan. Prasetyo senang Ahok selalu memikirkan masalah mendasar yang ada di Jakarta seperti macet dan banjir. Meskipun demikian, Prasetyo menilai Ahok kurang memiliki etika, terutama dalam menjaga hubungan dengan DPRD DKI.

Sebagai ketua DPRD, Prasetyo memiliki kedudukan yang setara dengan Ahok. Ada hal-hal yang menjadi kewajiban bagi DPRD DKI. Kewajiban itu pun harus dilaksanakan.

Dia memberi contoh soal musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang dilakukan DPRD DKI dan masa reses yang digunakan anggota dewan untuk mencari akar permasalahan di masyarakat. "Kami dibiayain negara loh untuk reses," ujar Prasetyo.

Prasetyo pun mengingatkan bahwa fungsi DPRD pun telah tertera di undang-undang, yaitu  sebagai badan pengawas. Hal-hal inilah yang membuat Prasetyo meminta kepada Ahok untuk memahami fungsi DPRD.

Jika dibandingkan, kata Prasetyo, anggota dewan sama dengan Ahok. Sama-sama dipilih oleh rakyat. "Ini ada di undang-undang loh. Badan pengawas, punya hak budgeting. Ada fungsi. Masa ditabrak sama dia (Ahok) semua. Kami dipilih rakyat, dia dipilih rakyat," ujar Prasetyo.

Prasetyo pun mengatakan fungsi itu sekaligus pemenuhan tugasnya untuk menjaga Ahok. Tujuannya untuk mengoreksi Ahok jika dia membuat kekeliruan. Hal ini karena kepala daerah tidak selamanya benar. Dalam hal ini, tugas DPRD-lah untuk mengingatkan Pemprov DKI jika dinilai salah langkah.

Hal itu pula lah yang sedang dilakukan DPRD DKI saat ini dengan sikapnya menggunakan hak angket. Ini adalah upaya untuk "menjaga" Ahok. Tetapi sayangnya, sikap ini malah dipandang negatif oleh Ahok.

Prasetyo pun kecewa karena anggota dewan justru disebut oknum. "Saya ketua, mau memperbaiki sikap dia, tapi enggak bisa," ujar Prasetyo. "Dan saya ini jagain dia, masa dibilang oknum sih," tambah Prasetyo.

EditorKistyarini

Terkini Lainnya

Ketika 7 Tarian Nusantara Pukau Publik Chile di Peñaflor...

Ketika 7 Tarian Nusantara Pukau Publik Chile di Peñaflor...

Internasional
Di Rusia, Ridwan Kamil Singgung 'One Village One Company' dan 'Happiness Program' untuk Jawa Barat

Di Rusia, Ridwan Kamil Singgung "One Village One Company" dan "Happiness Program" untuk Jawa Barat

Regional
Saudi Akui Jamal Khashoggi Tewas di Gedung Konsulat akibat Bertikai

Saudi Akui Jamal Khashoggi Tewas di Gedung Konsulat akibat Bertikai

Internasional
Kalyana Anjani Jadi Lulusan Termuda ITB pada Usia 18 Tahun, Ini Rahasianya

Kalyana Anjani Jadi Lulusan Termuda ITB pada Usia 18 Tahun, Ini Rahasianya

Regional
'Saya Kaget Pengurusan PTSL Nol Biayanya...'

"Saya Kaget Pengurusan PTSL Nol Biayanya..."

Megapolitan
Longsor di Poncol Magetan Rusak Rumah Warga, Talud Dipasang

Longsor di Poncol Magetan Rusak Rumah Warga, Talud Dipasang

Regional
Komnas HAM: Tak Ada Langkah Konkret Jaksa Agung Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Komnas HAM: Tak Ada Langkah Konkret Jaksa Agung Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
Rp 2 Miliar dari Jawa Barat untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah

Rp 2 Miliar dari Jawa Barat untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah

Regional
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Aksi Ngedrift Gagal karena Tabrak Toilet hingga Sandiaga Diminta Keluar Emak-emak

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Aksi Ngedrift Gagal karena Tabrak Toilet hingga Sandiaga Diminta Keluar Emak-emak

Regional
Komnas HAM: Perhatian Pemerintah terhadap Kelompok Minoritas Masih Minim

Komnas HAM: Perhatian Pemerintah terhadap Kelompok Minoritas Masih Minim

Nasional
Hujan Disertai Angin dan Petir Diprediksi Melanda Jaktim dan Jaksel Sore Ini

Hujan Disertai Angin dan Petir Diprediksi Melanda Jaktim dan Jaksel Sore Ini

Megapolitan
Kapal-kapal Nelayan di Muara Angke Tak Melaut karena Terkendala Izin

Kapal-kapal Nelayan di Muara Angke Tak Melaut karena Terkendala Izin

Megapolitan
Ketua RT dan RW Diingatkan Tak Pungut Uang Warga yang Buat Sertifikat

Ketua RT dan RW Diingatkan Tak Pungut Uang Warga yang Buat Sertifikat

Megapolitan
Video Dukungan Pasangan Capres Beredar, Bawaslu Panggil Bupati

Video Dukungan Pasangan Capres Beredar, Bawaslu Panggil Bupati

Regional
Salahi Aturan, Bawaslu  Sapu Bersih Alat Peraga Kampanye

Salahi Aturan, Bawaslu Sapu Bersih Alat Peraga Kampanye

Regional