Secuil Upaya untuk Mencegah Banjir di Jakarta Barat

Kompas.com - 25/02/2015, 15:48 WIB
Jalan Pospol, Kapuk, Jakarta Barat masih digenangi banjir dengan ketinggian air 50 sentimeter, Selasa (17/2/2015). Nur AzizahJalan Pospol, Kapuk, Jakarta Barat masih digenangi banjir dengan ketinggian air 50 sentimeter, Selasa (17/2/2015).
Penulis Nur Azizah
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Normalisasi Kali Pesanggrahan dan Kali Sekretaris serta penggusuran permukiman warga di bantaran Kali Ciliwung, Kelurahan Pinangsia, Jakarta Barat merupakan secuil upaya untuk mencegah datanganya banjir.

Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat berencana membangun tiga polder untuk menampung air agar tidak tumpah menggenangi jalan dan permukiman warga. Pembangunan itu direncanakan tahun ini.

Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin Tata Air Jakarta Barat, Santo mengatakan tiga polder akan dikerjakan setelah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) cair. Tiga polder akan tersebar di tiga titik, yakni Grogol, Jelambar dan Taman Ratu.

Nantinya, kata Santo, polder Grogol akan berfungsi menampung air di kawasan Kampus Trisakti, Tarumanegara, Jalan Susilo, Citraland dan Mawardi.

Sedangkan polder Jelambar dan Taman Ratu akan berfungsi mengatasi banjir dari hulu ke hilir. Selain membangun polder, tahun ini Sudin Tata Air Jakarta Barat juga akan menambah beberapa unit pompa di sejumlah kawasan rawan banjir.

Pompa-pompa tersebut akan disebar di tiga kawasan, yakni Kiai Tapa, Taman Ratu dan Jelambar. "Di Kiai Tapa dan Taman Ratu akan di tambah tiga unit. Kalau di Jelambar baru ada pompa sebelumnya tidak ada," ujar Santo, Rabu (25/2/2015).

Santo optimistis penambahan mesin pompa di Kiai Tapa dapat mengurangi genangan di kawasan Tomang. Adapun mesin pompa yang ada di Taman Ratu bisa meyedot air di kawasan Departemen Agama dan Sunrise Garden.

Kepala Sudin Tata Air Jakarta Barat, Henry Dunant berharap rencana tersebut segera terealisasi sampai akhir tahun 2015.

"Ini baru rencana kami. Soalnya kan kami juga belum punya anggaran. Jadi, belum bisa langsung kerja," ucap Henry.

Sampai saat ini, seluruh pelaksanaan serta rencana pembangunan tiga polder dan penambahan pompa masih menunggu pencairan APBD yang masih harus bolak balik dari Pemerintah DKI ke Kementerian Dalam Negeri. [Baca: Kisruh APBD, Antisipasi Banjir Jakarta Pakai Anggaran Ini]

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X