Kompas.com - 25/02/2015, 16:01 WIB
Jessica Iskandar KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHIJessica Iskandar
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran sekaligus pembawa acara Jessica Iskandar membuat laporan dugaan pelecehan seksual di Polda Metro Jaya pada Kamis (19/2/2015). Namun, ibu satu anak itu telah mencabut laporan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul membenarkannya. "Sudah dicabut pada Jumat (20/2/2015) atas permintaan pelapor," ujar Martinus, Rabu (25/2/2015).

Ia mengatakan, Jessica mencabut laporan tersebut karena sudah ada kesepakatan dari pihak pelapor dan terlapor untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Barang buktinya pun sudah dikembalikan ke pihak Jessica.

Jessica melaporkan seorang terapis salon di salah satu mal di Setiabudi, Jakarta Selatan, atas tuduhan pelecehan seksual. Martinus mengatakan, saat Jessica menerima perawatan rambut, terapis tersebut mengarahkan kamera video ponsel dan merekam bagian atas tubuh Jessica.

"Dia mulai curiga ketika terapis hanya melayaninya dengan satu tangan saja, kemudian dia melihat di cermin dan mengetahui terapisnya ternyata tengah merekamnya dengan kamera ponsel," ucap Martinus.

Dalam akun Instagram-nya, Jessica pun menceritakan kejadian yang menimpanya. Namun, ia tidak menceritakan secara detail mengenai pelecehan seksual yang menimpanya. Tindakan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh Jessica terdaftar dengan nomor LP/650/II/2015/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Terlapor dijerat dengan Pasal 281 KUHP jo Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Namun, dengan pencabutan laporan tersebut, kasus pun dianggap selesai.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.