Uber Taksi Masih Beroperasi, Ini Kata Ahok

Kompas.com - 27/02/2015, 15:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menyampaikan sambutan di acara peringatan hari down syndrome sedunia, di Blok G Balai Kota, Selasa (24/2/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menyampaikan sambutan di acara peringatan hari down syndrome sedunia, di Blok G Balai Kota, Selasa (24/2/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Taksi Uber masih beroperasi di seputar kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melarang operasional taksi yang diduga tak berizin tersebut.

Kemudian bagaimana sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama? "Kita lihat saja nanti, (taksi Uber) itu masih dilarang beroperasi di Jakarta," kata Basuki, di Balai Kota, Jumat (27/2/2015).

Pria yang biasa disapa Ahok itu berjanji secepatnya memberi tindakan tegas. Sarana transportasi yang dipesan melalui aplikasi telepon pintar itu mulai beroperasi di Jakarta sejak Juni 2014.

DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta menyebutkan, model bisnis yang dipakai Uber melanggar Undang-Undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya dan bisa merugikan operasional angkutan umum yang beroperasi secara legal di Jakarta.

Sementara itu, Muhammad Akbar, mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengatakan, Uber merupakan sarana transportasi ilegal. Sebab, Uber tidak memiliki izin dan tidak memenuhi syarat-syarat operasional untuk sebuah sarana angkutan umum.

"Namanya angkutan umum itu adalah kendaraan yang ketika orang naik, dikenakan pembayaran, termasuk taksi Uber ini. Jadi ada persyaratannya. Misalnya, kendaraannya harus diuji kir, nomor pelatnya kuning, sedangkan taksi Uber itu hitam," kata Akbar kala menjadi Kadishub DKI.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X