Kompas.com - 27/02/2015, 17:32 WIB
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (27/2/2015) sore. Pria yang akrab disapa Ahok ini mengaku ingin melaporkan anggaran siluman temuannya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta.

"Mau melaporkan temuan kami mengenai APBD DKI," ujar Ahok saat tiba di Gedung KPK, Jakarta.

Ahok mengaku membawa semua bukti berupa sejumlah pengeluaran yang dianggapnya menyimpang dari Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS). Ia datang bersama Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah yang membantunya membawa berkas-berkas tersebut.

"Ini bukti yang kita bawa, bukti yang ditandatangani DPRD semua. Kami temukan ini menyimpang dari yang kami tanda tangani, ini bukti sangat jelas," kata Ahok.

Ahok meminta KPK dapat menindaklanjuti laporannya dan melakukan penyidikan terhadap dugaan penggelembungan anggaran tersebut.

Sebelum mendatangi KPK, Ahok menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Saat itu, Ahok menyebut, apabila kasus ini ditangani penegak hukum, maka pejabat pemerintah hingga anggota di parlemen yang mengambil keuntungan akan terbongkar semua. (Baca: Ahok: Kalau Anggaran Siluman Tak Diungkap, Akan Jadi Kanker)

Semua anggota DPRD DKI menyepakati penggunaan hak angket terhadap Gubernur. Hak angket itu digulirkan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran aturan perundang-undangan oleh Gubernur Basuki dalam tahapan penetapan APBD 2015.

Dalam rapat paripurna, semua anggota DPRD DKI yang berjumlah 106 orang dari sembilan fraksi memberikan tanda tangan persetujuan penggunaan hak angket. Sebanyak 33 anggota Dewan juga telah tercatat duduk dalam panitia angket.

Ahok menyebutkan, ada anggota DPRD yang memotong 10-15 persen anggaran pada program unggulan dalam Rancangan APBD 2015, lalu dialokasikan untuk program-program bernilai total Rp 12,1 triliun yang menurut dia tidak penting.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalan Bekasi Timur Raya, Berawal Hindari Jalan Bergelombang

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalan Bekasi Timur Raya, Berawal Hindari Jalan Bergelombang

Megapolitan
Ketika Kapolda Metro Bangun Ring Tinju untuk Kompetisi: Ini Perintah Emak-emak Tanah Abang...

Ketika Kapolda Metro Bangun Ring Tinju untuk Kompetisi: Ini Perintah Emak-emak Tanah Abang...

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalan Bekasi Timur Raya, Jatinegara

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalan Bekasi Timur Raya, Jatinegara

Megapolitan
Uji Coba Penggunaan Mesin X-ray di Stasiun MRT Sudirman, Antrean Penumpang Mengular hingga Tangga

Uji Coba Penggunaan Mesin X-ray di Stasiun MRT Sudirman, Antrean Penumpang Mengular hingga Tangga

Megapolitan
Kilas Balik Mahasiswi Pembuang Anak ke Kali Ciliwung, Potong Tali Pusar Sendiri hingga Keluarga Terancam Diusir

Kilas Balik Mahasiswi Pembuang Anak ke Kali Ciliwung, Potong Tali Pusar Sendiri hingga Keluarga Terancam Diusir

Megapolitan
Penertiban Lokalisasi Gunung Antang, PT KAI Sebut Warga Bersedia Bongkar Sendiri Lapaknya

Penertiban Lokalisasi Gunung Antang, PT KAI Sebut Warga Bersedia Bongkar Sendiri Lapaknya

Megapolitan
UPDATE 3 Juli: Turun 285, Kasus Aktif di Jakarta Kini 9.078 Pasien

UPDATE 3 Juli: Turun 285, Kasus Aktif di Jakarta Kini 9.078 Pasien

Megapolitan
Bersenggolan dengan Motor yang Lawan Arus di TB Simatupang, Pengendara dan Penumpang Honda Vario Jatuh hingga Luka-luka

Bersenggolan dengan Motor yang Lawan Arus di TB Simatupang, Pengendara dan Penumpang Honda Vario Jatuh hingga Luka-luka

Megapolitan
Polisi Gadungan Ditangkap di Bekasi, Datangi Rumah Korban hingga Lakukan Penusukan

Polisi Gadungan Ditangkap di Bekasi, Datangi Rumah Korban hingga Lakukan Penusukan

Megapolitan
Diduga Dikeroyok Pegawai Kelab Malam, Aktor Claudio Martinez Melapor ke Polda Metro Jaya

Diduga Dikeroyok Pegawai Kelab Malam, Aktor Claudio Martinez Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Nama Jalan di Jakarta Diganti, Dukcapil DKI Sediakan Layanan Jemput Bola untuk Perubahan Data Kependudukan di Sini...

Nama Jalan di Jakarta Diganti, Dukcapil DKI Sediakan Layanan Jemput Bola untuk Perubahan Data Kependudukan di Sini...

Megapolitan
Jadwal, Lokasi, dan Syarat Lengkap Pelayanan SIM di Kota Bekasi Pekan Ini

Jadwal, Lokasi, dan Syarat Lengkap Pelayanan SIM di Kota Bekasi Pekan Ini

Megapolitan
UPDATE 3 Juli: Tambah 75 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 1.239 Pasien Dirawat

UPDATE 3 Juli: Tambah 75 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 1.239 Pasien Dirawat

Megapolitan
Rumah Kosong di Cengkareng Dibobol Maling Siang Hari, 30 Ponsel hingga Komputer 'Gaming' Hilang

Rumah Kosong di Cengkareng Dibobol Maling Siang Hari, 30 Ponsel hingga Komputer "Gaming" Hilang

Megapolitan
Nasib Malang Keluarga Bayi yang Sempat Dibuang, Diusir Karena Tetangga dan Iming-iming Pindah ke Rusun Lain

Nasib Malang Keluarga Bayi yang Sempat Dibuang, Diusir Karena Tetangga dan Iming-iming Pindah ke Rusun Lain

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.