Kompas.com - 02/03/2015, 19:01 WIB
Jalan Bekasi Raya Timur seberang kantor Imigrasi Jakarta Timur arah Klender, rusak dan mengganggu laju lalu lintas kendaraan. Jumat (6/2/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusJalan Bekasi Raya Timur seberang kantor Imigrasi Jakarta Timur arah Klender, rusak dan mengganggu laju lalu lintas kendaraan. Jumat (6/2/2015).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Meski saat ini pengesahan APBD 2015 belum juga dilakukan, Pemprov DKI memastikan perbaikan jalan berlubang tidak akan terganggu. Sebab, proyek tersebut akan menggunakan anggaran mendahului.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, perbaikan jalan berlubang merupakan salah satu yang masuk dalam kegiatan yang menggunakan anggaran mendahului.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 211 Tahun 2014 tentang belanja mendahului TAP APBD surat penyediaan dana masing-masing untuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD).

"Penggunaan anggaran mendahului ini juga telah diperkuat dengan keluarnya surat penyediaan dana (SPD) dari BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah)," kata Faizal, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3/2015).

Menurut Yusmada, perbaikan jalan berlubang tidak membutuhkan lelang sebab perbaikan dilakukan secara swakelola. Tidak hanya itu, perbaikan jalan berlubang juga masuk dalam kegiatan yang sifatnya mendesak karena menyangkut pada keselamatan pengguna jalan.

Yusmada mengatakan, perbaikan jalan baru dilakukan lewat mekanisme lelang apabila tingkat kerusakannya parah. Bila dalam kondisi tersebut, kata dia, perbaikan jalan harus dilakukan secara menyeluruh.

"Jalan berlubang harus segera ditutup karena masuk dalam anggaran mendahului. Tetapi, kalau kerusakannya parah, akan diajukan dalam perbaikan jalan melalui lelang," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data dari Dinas Bina Marga menyebutkan, pasca-banjir yang menggenangi pada Februari lalu, terdapat sekitar 1.091 pengaduan jalan berlubang. Menurut Yusmada, dari jumlah tersebut sebanyak, 680 titik di antaranya sudah ditangani.

Yusmada memaparkan, untuk perbaikan jalan berlubang, masing-masing wilayah mendapatkan anggaran yang bervariasi. Untuk Jakarta Pusat, anggaran yang didapat mencapai Rp 7,4 miliar, Jakarta Utara Rp 6,6 miliar, Jakarta Barat Rp 7,6 miliar, Jakarta Selatan Rp 7,9 miliar, dan Jakarta Timur Rp 6,4 miliar. 

"Isunya banyak jalan rusak pasca-banjir, tetapi perbaikannya tabrak aturan. Kita ingin luruskan bahwa itu tidak benar karena perbaikan jalan berlubang menggunakan anggaran mendahului," ujarnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Megapolitan
Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Megapolitan
Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Megapolitan
Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Megapolitan
3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.