Kompas.com - 02/03/2015, 22:43 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan panjang di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014). Kemacetan terjadi karena imbas dari pengerjaan proyek mass rapid transit (MRT) sepanjang 4,5 kilometer yang diperkirakan akan terjadi hingga lima tahun ke depan. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA ANGGA BHAGYA NUGRAHASejumlah kendaraan terjebak kemacetan panjang di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014). Kemacetan terjadi karena imbas dari pengerjaan proyek mass rapid transit (MRT) sepanjang 4,5 kilometer yang diperkirakan akan terjadi hingga lima tahun ke depan. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama memerintahkan PT MRT Jakarta agar tak lagi memusingkan sikap warga di Jalan Haji Nawi dan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Ahok pun ingin agar proyek pembagunan mass rapid transit (MRT) tetap berlanjut, meskipun kesepakatan nilai ganti rugi kepada warga di kedua kawasan tersebut belum tercapai.

Sebagai informasi, kawasan Jalan Haji Nawi dan Cipete Raya adalah dua kawasan yang akan dijadikan lokasi stasiun MRT untuk jalur layang. Meski demikian, sampai saat ini kesepakatan nilai ganti rugi kepada warga yang terkena dampak pembangunan belum tercapai. Pasalnya, warga menganggap harga besaran ganti rugi yang ditawarkan tak sesuai dengan keinginan mereka.

"Pak Gubernur udah bilang sikat aja, jalan terus. Pokoknya kita akan jalani aja. Karena kan itu untuk stasiun," kata Direktur Utama PT MRT Dono Boestami kepada Kompas.com, Senin (2/3/2015).

Dono mengaku tidak mengetahui secara rinci perihal besaran yang diminta warga. Sebab, kata dia, PT MRT tak mengurus kegiatan yang berkaitan dengan pembebasan lahan. Sebab hal tersebut menjadi kewenangan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).

"Kalau soal pembebasan lahan itu wewenang BPKD. Mereka yang ngurus," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Muhammad Nasyir mengatakan, sejauh ini hampir seluruh lahan di Jakarta Selatan yang terkait dengan proyek MRT sudah berhasil dibebaskan. Namun ada beberapa lahan yang pembebasannya terkendala, yakni lahan di Jalan Haji Nawi dan Jalan Cipete Raya.

"Cipete sama Haji Nawi jumlah kapling yang belum dibebaskan masih cukup banyak. Dua lokasi itu yang paling kritis. Kalau di Fatmawati dan Blok A sudah tidak ada masalah," kata Nasyir kepada Kompas.com, di kantornya, Rabu (11/2/2015).

Jalur MRT Jakarta tahap pertama akan membentang sejauh 15 kilometer dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus. Jalur ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2017. Akan ada 13 stasiun yang nantinya akan melayani warga di sepanjang jalur ini. Enam stasiun berada di bawah tanah, sedangkan tujuh lainnya berada di atas jalur layang.

Stasiun Haji Nawi dan Stasiun Cipete adalah dua dari lima stasiun yang akan berdiri di koridor layang yang akan membentang di Jakarta Selatan. Lima koridor lainnya adalah Stasiun Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, RS Fatmawati, dan Lebak Bulus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Hati Tak Diajak Cari Kerja, Perkara di Balik Pemuda Bunuh Teman di Jatiwaringin...

Sakit Hati Tak Diajak Cari Kerja, Perkara di Balik Pemuda Bunuh Teman di Jatiwaringin...

Megapolitan
Fakta Temuan 1.847 Pil Ekstasi, Dijual Rp 500.000 per Butir, Akan Diedarkan di Jakarta

Fakta Temuan 1.847 Pil Ekstasi, Dijual Rp 500.000 per Butir, Akan Diedarkan di Jakarta

Megapolitan
Update: Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Booster di Jakarta

Update: Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Booster di Jakarta

Megapolitan
Revitalisasi TMII, Bersolek untuk Wajah Baru The Ultimate Showcase of Indonesia

Revitalisasi TMII, Bersolek untuk Wajah Baru The Ultimate Showcase of Indonesia

Megapolitan
Sambil Gendong Cucu, Kakek Kejar Pencuri yang Bawa Kabur Motornya

Sambil Gendong Cucu, Kakek Kejar Pencuri yang Bawa Kabur Motornya

Megapolitan
PTM di Tangerang Dihentikan, Tangsel, Jakarta, dan Depok Jalan Terus

PTM di Tangerang Dihentikan, Tangsel, Jakarta, dan Depok Jalan Terus

Megapolitan
Saat Saksi Ungkap Pengaruh Munarman dalam Acara Baiat ISIS...

Saat Saksi Ungkap Pengaruh Munarman dalam Acara Baiat ISIS...

Megapolitan
Cegah Penularan Covid-19, Orangtua Diminta Tak Paksa Anak ke Sekolah Jika Mengeluh Sakit

Cegah Penularan Covid-19, Orangtua Diminta Tak Paksa Anak ke Sekolah Jika Mengeluh Sakit

Megapolitan
Saat Menhan Prabowo Ziarah Makam Pahlawan dan Bicara Soal Kemerdekaan

Saat Menhan Prabowo Ziarah Makam Pahlawan dan Bicara Soal Kemerdekaan

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK 2 Digerebek, Pekerjakan Anak di Bawah Umur, 99 Orang Diamankan

Kantor Pinjol Ilegal di PIK 2 Digerebek, Pekerjakan Anak di Bawah Umur, 99 Orang Diamankan

Megapolitan
Viral Pemain Sepakbola di Muara Angke Disebut Rusak Bangunan, Ini Kronologinya

Viral Pemain Sepakbola di Muara Angke Disebut Rusak Bangunan, Ini Kronologinya

Megapolitan
Kurir Bawa Ganja 17 Kg Ditangkap, Dibayar Rp 1 Juta Per Kg, 2 Pengendali Masih Diburu

Kurir Bawa Ganja 17 Kg Ditangkap, Dibayar Rp 1 Juta Per Kg, 2 Pengendali Masih Diburu

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek Polisi, Pegawai: Kami Enggak Merugikan

Kantor Pinjol Ilegal di PIK Digerebek Polisi, Pegawai: Kami Enggak Merugikan

Megapolitan
Akses Jalan Pengganti Imbas Tol Cijago 2 Tak Sesuai Harapan, Warga Protes

Akses Jalan Pengganti Imbas Tol Cijago 2 Tak Sesuai Harapan, Warga Protes

Megapolitan
Dinkes DKI: Siswa yang Keluarganya Masih Positif Covid-19 Dilarang Ikut Sekolah Tatap Muka

Dinkes DKI: Siswa yang Keluarganya Masih Positif Covid-19 Dilarang Ikut Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.