Kompas.com - 03/03/2015, 15:05 WIB
Sejumlah teror bom KOMPASSejumlah teror bom
EditorKistyarini
Belum lagi isu begal mereda, warga Jakarta dan sekitarnya kini kembali dihantui aksi terorisme. Isu bom atau paket mencurigakan yang diletakkan di tempat umum merebak.

Kejadian terakhir, Minggu (1/3), cukup mengganggu pengguna jalan, yakni ketika petugas keamanan jalan tol PT Jasa Marga Tbk menemukan tumpukan dua dus di pembatas jalan, sekitar 100 meter dari Jembatan Semanggi, di tol dalam kota ruas Cawang.

Akibatnya, sekitar 30 menit arus kendaraan di jalan tol tersebut terhenti karena kepolisian harus mensterilkan lokasi dan mengamankan kardus mencurigakan yang diletakkan di tempat tidak semestinya.

Sebelum peristiwa tersebut, setidaknya ada empat kasus teror bom yang menyita perhatian masyarakat. Dari empat kasus itu, dua kasus pelakunya benar-benar menghadirkan paket bom, yakni paket bom yang menimbulkan ledakan kecil di lantai dasar Mal ITC Depok dan paket bom ikan yang dikirim pelaku ke sebuah bengkel las di Desa Ciketing Asem, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Dua kasus lagi, pelaku tidak mengantarkan bom ke korban. Namun, pelaku berkomunikasi dengan korban melalui telepon dengan mengatakan akan meledakkan kantor atau tempat usaha korban dengan bom. Kasus ini menimpa kantor Voice of America (VOA) di Kuningan, Jakarta Selatan. Anehnya, ancaman telepon itu disampaikan pelaku ke kantor media lain.

Ancaman bom melalui telepon juga menimpa Hotel Sparks di Tamansari, Jakarta Barat. Pelaku yang mengaku anggota sebuah kelompok teroris memerintahkan korban mentransfer uang ke rekeningnya sebesar Rp 40 juta jika tidak ingin hotel diledakkan dengan bom yang telah dipasangnya.

Ketakutan warga terhadap ancaman bom itu sering membuat kepanikan, seperti terjadi di kawasan permukiman Jalan Mawar, Jakarta Selatan, 21 Januari lalu. Warga digemparkan oleh sebuah koper yang dititipkan seorang perempuan tak dikenal kepada penjual makanan.

Sebagian tertangkap

Dari lima kasus "teror" bom itu, tiga kasus sudah terungkap dan tertangkap pelakunya. Yang belum terungkap adalah kasus peletakan kardus menghebohkan di tol dalam kota dan bom meletup Mal ITC.

Seorang pelaku ancaman terhadap kantor VOA ditangkap di Medan, Sumatera Utara. Pelaku teror terhadap Hotel Sparks ditangkap di Aceh Utara dan dua pelaku teror bengkel las di Bekasi juga diringkus.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 27 Januari: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Capai 98,3 Persen

UPDATE 27 Januari: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel Capai 98,3 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Tambah 425 Kasus di Kota Tangerang, 1.774 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Januari: Tambah 425 Kasus di Kota Tangerang, 1.774 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Ini Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok yang Bikin Oknum TNI Diseret ke Pengadilan Militer

Ini Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok yang Bikin Oknum TNI Diseret ke Pengadilan Militer

Megapolitan
Akhir Pelarian Pemuda yang Bunuh Temannya di Bekasi karena Tak Diajak Cari Kerja

Akhir Pelarian Pemuda yang Bunuh Temannya di Bekasi karena Tak Diajak Cari Kerja

Megapolitan
3 Ruko di Pasar Cengkareng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 3 Miliar

3 Ruko di Pasar Cengkareng Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 3 Miliar

Megapolitan
Praktik Pungli di Pasar Lama Tangerang Terungkap, Berdalih Uang Keamanan

Praktik Pungli di Pasar Lama Tangerang Terungkap, Berdalih Uang Keamanan

Megapolitan
Polisi Dalami Keterkaitan 2 Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK 2

Polisi Dalami Keterkaitan 2 Perusahaan Pinjol Ilegal yang Digerebek di PIK 2

Megapolitan
Kasus Covid-19 Makin Parah, Mengapa Jakarta Masih Terapkan PPKM Level 2?

Kasus Covid-19 Makin Parah, Mengapa Jakarta Masih Terapkan PPKM Level 2?

Megapolitan
Sampah Dibuang di Perbatasan Jaksel, Sudin LH: Sudah Diangkut, Ada Lagi

Sampah Dibuang di Perbatasan Jaksel, Sudin LH: Sudah Diangkut, Ada Lagi

Megapolitan
Dinkes DKI: 458.527 Orang Sudah Divaksinasi Booster di Jakarta

Dinkes DKI: 458.527 Orang Sudah Divaksinasi Booster di Jakarta

Megapolitan
Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange, PT Jaya Real Property: Mal Dibangun Sah secara Hukum

Didemo Ahli Waris Lahan Bintaro Xchange, PT Jaya Real Property: Mal Dibangun Sah secara Hukum

Megapolitan
Oknum TNI yang Sekap Pengusaha di Depok Jalani Sidang Militer, Didakwa Pasal Berlapis

Oknum TNI yang Sekap Pengusaha di Depok Jalani Sidang Militer, Didakwa Pasal Berlapis

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Kasus Covid-19 Melonjak, Mengapa Dinkes DKI Anggap Sekolah Tatap Muka Masih Aman?

Megapolitan
Dinkes DKI: 90 Persen Hasil Pemeriksaan WGS Covid-19 di Jakarta adalah Omicron

Dinkes DKI: 90 Persen Hasil Pemeriksaan WGS Covid-19 di Jakarta adalah Omicron

Megapolitan
Polisi Gerebek Lagi Pinjol Ilegal di PIK, 1 dari 27 Orang yang Diamankan adalah WNA

Polisi Gerebek Lagi Pinjol Ilegal di PIK, 1 dari 27 Orang yang Diamankan adalah WNA

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.