Ancaman Bom, dari Terorisme, Sakit Hati, hingga Sekadar Iseng

Kompas.com - 03/03/2015, 15:05 WIB
EditorKistyarini

Eko Suprapto, salah satu pelaku teror di Bekasi, menyerahkan diri kepada polisi pada Kamis (26/2) dini hari. Adapun seorang pelaku lain, C Via Triwi, dibekuk pada Kamis pagi.

"Bom ini tidak ada kaitannya dengan teroris, tetapi karena pelaku sakit hati dengan korban (pemilik bengkel las) yang telah memerkosa putrinya," ujar Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono.

Saat ditanyai wartawan mengenai alasan dirinya mengirimkan paket bom itu, Eko menjawab, "Semua ini saya lakukan demi anak saya."

Bom yang dimasukkan dalam sebuah paket kotak tersebut dikirimkan ke sebuah bengkel las di Kampung Ciketing Asem, Sabtu (21/2) malam. Paket yang ditujukan kepada Cece, pemilik bengkel, diantar oleh Tasrip, juru parkir, dari sebuah minimarket di Bantargebang. Tasrip mengaku disuruh oleh seorang perempuan dengan imbalan Rp 50.000.

Menurut Unggung, bom tersebut dirakit Eko berdasarkan pengalamannya membuat bom ikan di kampung halaman. Bom berdaya ledak rendah ini menggunakan pemicu ledakan saat paket dibuka.

Mengenai teror bom di ITC Depok, polisi masih belum menemukan pelaku. Saat ditanya apakah bahan peledak tersebut ada kaitannya dengan kelompok atau jaringan teroris tertentu, Unggung menyatakan hal itu masih dalam pengusutan. "Kami masih melakukan penyidikan dan belum bisa menyimpulkan," kata Unggung.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto mengatakan, dari semua kasus teror itu, tidak satu pun yang teridentifikasi terkait situasi atau dinamika politik dalam masyarakat atau isu-isu yang berkembang di dunia internasional. Dari pengakuan para pelaku yang ditangkap, mereka melakukan teror itu semata-mata karena kepentingan pribadi untuk mendapat uang atau balas dendam pribadi kepada korban.

Menurut Heru, kasus-kasus teror bom yang tidak terkait situasi politik nasional atau internasional itu bisa saja terjadi. Hal ini disebabkan keterbukaan dan kemudahan mengakses informasi melalui internet dan media massa lainnya. Selain itu, banyak juga film atau tontonan yang menampilkan "pengadilan jalanan". Semua itu dapat menginspirasi atau mudah dicontoh oleh siapa saja yang mau atau memiliki ide sejalan.

Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Rikwanto juga memastikan teror bom yang belakangan terjadi tidak terkait dengan situasi dinamika politik dalam negeri dan internasional. Malah, satu-dua kasus diduga dilakukan oleh orang iseng.

Ia juga memastikan tidak ada latihan khusus untuk kesiapsiagaan kepolisian terkait teror bom, dengan "praktik" langsung di lapangan, semisal meletakkan "benda mencurigakan" di jalan tol. "Praktik atau latihan seperti itu tidak sebanding dengan upaya kami menciptakan rasa aman dan nyaman dalam masyarakat. Latihan seperti itu malah akan menciptakan rasa waswas di masyarakat," katanya.

Baik Heru maupun Rikwanto mengatakan, kepolisian mengapresiasi warga yang peduli dengan cepat melapor ke kepolisian jika menerima ancaman bom atau menemukan benda mencurigakan.

"Situasi keamanan sebetulnya sangat kondusif, tetapi selalu saja ada orang-orang yang iseng atau yang ingin mendapat uang dengan cepat dengan menakut-nakuti orang lain. Menggunakan modus akan meledakkan bom adalah salah satu cara mudah untuk membuat takut sebab bom itu berkesan tanpa kompromi, pelakunya susah dilacak, dan mematikan," tuturnya.

Karena itu, jika mendapat ancaman teror bom, segera saja melapor kepolisian. Ini agar segera didapat kepastian, apakah memang ada bom atau tidak. Selanjutnya petugas bisa segera melacak pelaku dan memberikan kesempatan kepolisian untuk meringkusnya. (RTS/ILO/RAY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Destinasi Jalan-jalan di Glodok

5 Destinasi Jalan-jalan di Glodok

Megapolitan
Cara Memesan Ambulans Gratis di Jakarta

Cara Memesan Ambulans Gratis di Jakarta

Megapolitan
Kota Bogor Bentuk Tim Satgas Pengendalian Harga Minyak Goreng, 15 Pedagang Diperiksa

Kota Bogor Bentuk Tim Satgas Pengendalian Harga Minyak Goreng, 15 Pedagang Diperiksa

Megapolitan
Pasutri di Cengkareng Hanya Kaki Tangan dalam Pemalsuan Uang, Polisi: Dalangnya Harus Ditangkap

Pasutri di Cengkareng Hanya Kaki Tangan dalam Pemalsuan Uang, Polisi: Dalangnya Harus Ditangkap

Megapolitan
Pencuri Parfum di Minimarket Kawasan Tebet Babak Belur Dihajar Massa

Pencuri Parfum di Minimarket Kawasan Tebet Babak Belur Dihajar Massa

Megapolitan
Anak Pasutri yang Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono Masih Dirawat, Kepala Korban Alami Luka Memar

Anak Pasutri yang Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono Masih Dirawat, Kepala Korban Alami Luka Memar

Megapolitan
Tiket Formula E Jakarta Hampir Habis Terjual, Ketua Panitia: 'Yang Mahal Justru Cepat Habis'

Tiket Formula E Jakarta Hampir Habis Terjual, Ketua Panitia: "Yang Mahal Justru Cepat Habis"

Megapolitan
Polisi Pastikan Ada 8 Kendaraan yang Terlibat dalam Kecelakaan Beruntun di MT Haryono

Polisi Pastikan Ada 8 Kendaraan yang Terlibat dalam Kecelakaan Beruntun di MT Haryono

Megapolitan
Hendak Selamatkan Ayam, Seorang Pria Tewas Tenggelam di Kali Cengkareng Drain

Hendak Selamatkan Ayam, Seorang Pria Tewas Tenggelam di Kali Cengkareng Drain

Megapolitan
Diikat Pakai Kain oleh Perampok, Korban: Saya Ngesot ke Depan Minta Tolong

Diikat Pakai Kain oleh Perampok, Korban: Saya Ngesot ke Depan Minta Tolong

Megapolitan
Replika Mobil Balap Formula E Dipamerkan di CFD, Masyarakat Bisa Gunakan untuk Berswafoto

Replika Mobil Balap Formula E Dipamerkan di CFD, Masyarakat Bisa Gunakan untuk Berswafoto

Megapolitan
Pasutri Tewas Ditabrak Pajero di MT Haryono, Keluarga Minta Sopir Biayai Pendidikan Anak Korban yang Selamat

Pasutri Tewas Ditabrak Pajero di MT Haryono, Keluarga Minta Sopir Biayai Pendidikan Anak Korban yang Selamat

Megapolitan
Polisi Periksa 5 Saksi terkait Kecelakaan yang Tewaskan 2 Pemotor di MT Haryono

Polisi Periksa 5 Saksi terkait Kecelakaan yang Tewaskan 2 Pemotor di MT Haryono

Megapolitan
Perampokan Terjadi di Sawah Baru Ciputat, Korban Diikat Kain

Perampokan Terjadi di Sawah Baru Ciputat, Korban Diikat Kain

Megapolitan
Polisi Lakukan Tes Urine terhadap Sopir Mobil Pajero yang Terlibat Kecelakaan Maut di MT Haryono

Polisi Lakukan Tes Urine terhadap Sopir Mobil Pajero yang Terlibat Kecelakaan Maut di MT Haryono

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.