Polda Metro Jaya Kirim Tim Selidiki Kasus Anestesi di RS Siloam

Kompas.com - 04/03/2015, 10:30 WIB
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya mengirim tim untuk menyelidiki kasus terkait obat anestesi Buvanest Spinal di RS Siloam, Karawaci, Tangerang, beberapa waktu lalu. Pasalnya, obat produksi PT Kalbe Farma tersebut diduga menjadi penyebab meninggalnya dua pasien di RS tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, tim tersebut terdiri dari Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Satuan Kriminal Polres Tangerang.

“Karena ada dua pasien meninggal, maka kami selidiki,” kata Martinus di Jakarta, Rabu (4/3/2015).

Martinus mengatakan, penyelidikan akan meliputi dua hal, yaitu penangan pasien dan obat bius yang digunakan. Kedua hal itu akan menentukan pihak yang lalai dalam kasus ini.

Penanganan pasien merupakan prosedur yang digunakan dokter saat memberikan obat tersebut kepada pasien. Artinya, bila dokter tidak memberikan obat sesuai prosedur maka dokter dapat dinyatakan lalai.

Sementara itu, untuk obat, kepolisian akan menyelidiki dari perusahaan pembuat obat tersebut. Hal itu untuk membuktikan kebenaran isi obat tersebut tertukar antara obat bius dengan obat antipendarahan atau tidak.

Jika dokter terbukti lalai maka RS Siloam akan diberikan sanksi. Sebaliknya, bila kesalahan terdapat pada obat maka PT Kalbe Farma yang akan diberikan sanksi.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah membekukan izin edar obat Buvanest Spinal. BPOM juga meminta PT Kalbe Farma menghentikan fasilitas produksi larutan injeksi.

Kasus meninggalnya dua pasien di RS Siloam sendiri diduga karena pemberian Buvanest Spinal yang label kemasan atau isinya tertukar dengan asam transeksamat. Sementara pihak RS Siloam mengaku sudah melakukan tindakan operasi sesuai prosedur.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa RT hingga Camat Tanah Abang Terkait Kerumunan di Acara Rizieq

Polisi Periksa RT hingga Camat Tanah Abang Terkait Kerumunan di Acara Rizieq

Megapolitan
Polisi Pastikan Rizieq Shihab Akan Dites Swab Sebelum Diperiksa soal Kerumunan di Petamburan

Polisi Pastikan Rizieq Shihab Akan Dites Swab Sebelum Diperiksa soal Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Bekasi Tembus 10.000, KBM Tatap Muka Tetap Jalan

Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Bekasi Tembus 10.000, KBM Tatap Muka Tetap Jalan

Megapolitan
Pemkot Jaktim Bakal Terus Bangun Bank Sampah di Tiap RW

Pemkot Jaktim Bakal Terus Bangun Bank Sampah di Tiap RW

Megapolitan
UPDATE 30 November: 10.112 Pasien Covid-19 Dirawat di Jakarta

UPDATE 30 November: 10.112 Pasien Covid-19 Dirawat di Jakarta

Megapolitan
Komisi A DPRD DKI Sebut Pencopotan Wali Kota Jakarta Pusat Sudah Sesuai Aturan

Komisi A DPRD DKI Sebut Pencopotan Wali Kota Jakarta Pusat Sudah Sesuai Aturan

Megapolitan
Surat Suara yang Diterima KPU Tangsel Kurang 1.035 Lembar

Surat Suara yang Diterima KPU Tangsel Kurang 1.035 Lembar

Megapolitan
Direksi RS Ummi dan MER-C Penuhi Panggilan Polisi soal Kontroversi Tes Swab Rizieq Shihab

Direksi RS Ummi dan MER-C Penuhi Panggilan Polisi soal Kontroversi Tes Swab Rizieq Shihab

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Stadion Patriot

Pemkot Bekasi Akan Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Stadion Patriot

Megapolitan
854 Surat Suara Pilkada Tangsel Cacat, Bakal Dimusnahkan Jelang Pencoblosan

854 Surat Suara Pilkada Tangsel Cacat, Bakal Dimusnahkan Jelang Pencoblosan

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Begal Pesepeda, Pemimpinnya Ditembak Mati

Polisi Tangkap Komplotan Begal Pesepeda, Pemimpinnya Ditembak Mati

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Disebut OTG

Positif Covid-19, Wagub DKI Disebut OTG

Megapolitan
Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bekasi Tembus 10.000, Pemkot: Tidak Ada Masalah

Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bekasi Tembus 10.000, Pemkot: Tidak Ada Masalah

Megapolitan
Wisma Atlet Dikhawatirkan Penuh Jika Tak Ada Penurunan Kasus Covid-19

Wisma Atlet Dikhawatirkan Penuh Jika Tak Ada Penurunan Kasus Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Kepulangan Rizieq Shihab dari RS Ummi Bogor Saat Hasil Tes Swab Belum Diketahui

Kontroversi Kepulangan Rizieq Shihab dari RS Ummi Bogor Saat Hasil Tes Swab Belum Diketahui

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X