Kompas.com - 07/03/2015, 11:10 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana menilai, kekisruhan yang terjadi terkait rancangan pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) DKI 2015 sengaja diciptakan. Kekisruhan itu diciptakan adalah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut Lulung -demikian Abraham Lungana biasa disapa, tujuan Gubernur DKI menciptakan kekisruhan adalah untuk pencitraan terhadap dirinya sendiri. "Ini pencitraan jilid kedua buat dia," ujar Lulung saat menjadi pembicara dalam sebuah acara diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2015).

Lulung menyebut pencitraan pertama yang dilakukan oleh Ahok, -demikian Basuki biasa disapa, terjadi beberapa bulan lalu, ketika dia keluar dari Partai Gerindra. "Dulu dia keluar dari itu juga pencitraan," ujar politisi PPP itu.

Dalam kekisruhan pembahasan RAPBD DKI 2015, Lulung menyatakan bahwa DPRD DKI sama sekali tidak mempermasalahkan sistem e-budgeting yang diterapkan oleh Pemprov DKI. Masalah yang muncul adalah sikap Ahok yang mengajukan draf APBD 2015 yang bukan hasil pembahasan bersama DPRD DKI.

"Yang namanya e-budgeting itu siapa yang tidak mengapresiasi. Semua orang mengapresiasi itu. Tapi jangan sampai menabrak undang-undang," ujar dia.

Menurut Lulung, sesuai undang-undang, RAPBD hasil sistem e-budgeting juga harus melalui pembahasan dengan legislatif sebelum diajukan. Atas dasar itu, Lulung menyebut draf RAPBD yang dikirimkan oleh Ahok, cacat prosedur.

"Undang-undang mengatur RAPBD merupakan hasil pembahasan legislatif dan eksekutif. Dokumen yang dia kirimkan itu palsu, bukan hasil pembahasan dengan legislatif. Proses pengesahan APBD ini menjadi cacat prosedur," tegas Lulung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 13 dan 14 Agustus 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 13 dan 14 Agustus 2022

Megapolitan
100 Penyandang Tunanetra di Jakarta Barat Akan Dilatih Jadi Penyiar Podcast

100 Penyandang Tunanetra di Jakarta Barat Akan Dilatih Jadi Penyiar Podcast

Megapolitan
Berawal dari Seperempat Potongan Pil Ekstasi di Jakarta, Lebih dari 100.000 Butir Gagal Diselundupkan

Berawal dari Seperempat Potongan Pil Ekstasi di Jakarta, Lebih dari 100.000 Butir Gagal Diselundupkan

Megapolitan
100.000 Butir Lebih Pil Ekstasi Kualitas Terbaik Jaringan Malaysia Gagal Diselundupkan ke Jakarta

100.000 Butir Lebih Pil Ekstasi Kualitas Terbaik Jaringan Malaysia Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Megapolitan
Hasil Pemeriksaan Komnas HAM: Ferdy Sambo Akui Adanya 'Obstruction of Justice' Pembunuhan Brigadir J

Hasil Pemeriksaan Komnas HAM: Ferdy Sambo Akui Adanya "Obstruction of Justice" Pembunuhan Brigadir J

Megapolitan
Istri Ferdy Sambo Belum Stabil, Komnas HAM Tunda Pemeriksaan

Istri Ferdy Sambo Belum Stabil, Komnas HAM Tunda Pemeriksaan

Megapolitan
Pria Diduga ODGJ Dilaporkan ke Polisi Lantaran Menombak Pintu Rumah Warga Cengkareng

Pria Diduga ODGJ Dilaporkan ke Polisi Lantaran Menombak Pintu Rumah Warga Cengkareng

Megapolitan
Bangku Taman Terbengkalai dan Tanpa Alas, Camat Jatiasih-Bina Marga Koordinasi untuk Perbaikan

Bangku Taman Terbengkalai dan Tanpa Alas, Camat Jatiasih-Bina Marga Koordinasi untuk Perbaikan

Megapolitan
Penjual Pohon Pinang di Jatinegara Kebanjiran Pesanan Menjelang HUT RI

Penjual Pohon Pinang di Jatinegara Kebanjiran Pesanan Menjelang HUT RI

Megapolitan
3 Anggota Partainya Usul Bentuk Pansus JIS, Gerindra DKI Sebut Tetap Dukung Anies

3 Anggota Partainya Usul Bentuk Pansus JIS, Gerindra DKI Sebut Tetap Dukung Anies

Megapolitan
Polisi Sebut Tidak Ada Korban Tawuran Antar-remaja Bersenjata Tajam di Cakung

Polisi Sebut Tidak Ada Korban Tawuran Antar-remaja Bersenjata Tajam di Cakung

Megapolitan
Banjir di Jalan Tanjung Barat Surut Usai Sempat Terendam hingga 30 Cm

Banjir di Jalan Tanjung Barat Surut Usai Sempat Terendam hingga 30 Cm

Megapolitan
12 Pelajar Jadi Tersangka Kepemilikan Sajam, 5 di Antaranya Positif Narkoba

12 Pelajar Jadi Tersangka Kepemilikan Sajam, 5 di Antaranya Positif Narkoba

Megapolitan
Beraksi di Sejumlah Wilayah Kabupaten Bekasi, 4 Begal Bersenjata Tajam Ditangkap Polisi

Beraksi di Sejumlah Wilayah Kabupaten Bekasi, 4 Begal Bersenjata Tajam Ditangkap Polisi

Megapolitan
2 Bulan Jelang Lengser, Ariza Patria Disebut Akan Fokus sebagai Wagub DKI

2 Bulan Jelang Lengser, Ariza Patria Disebut Akan Fokus sebagai Wagub DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.