Sulit Jangkau Bagian Dalam Wisma Kosgoro, Pemadaman Kurang Efektif

Kompas.com - 10/03/2015, 03:23 WIB
Kebakaran melanda Wisma Kosgoro, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015) malam. Lalu lintas di sekitar lokasi kebakaran padat merayap. Penyebab kebakaran belum diketahui. WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHAKebakaran melanda Wisma Kosgoro, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015) malam. Lalu lintas di sekitar lokasi kebakaran padat merayap. Penyebab kebakaran belum diketahui.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagian atas Wisma Kosgoro masih belum bisa lepas dari lahapan api yang berkobar sejak Senin (9/3) malam. Hingga saat ini petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api yang diduga berasal dari lantai 16.

Menurut Subejo, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, api yang masih bertahan di lantai atas karena petugas pemadam kebakaran tidak mampu menembus bagian dalam ruangan perkantoran gedung yang sudah berdiri sejak 1970 itu.

"Pemadaman yang efektif sebenarnya dari dalam. Cuma kondisi terlalu membahayakan karena petugas masih terhalang asap di dalam ruangan," ucap Subejo, Selasa (10/3/2015) dini hari.

"Kalau dipaksakan, petugas enggak bisa tahan panasnya. Penyemprotan dari luar pun seharusnya cuma untuk pendinginan," lanjut dia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, satu unit mobil Bronto Sky Lift masih diupayakan memadamkan api di ketinggian gedung. Saat ini hanya mobil yang dilengkapi tangga berdaya jangkau 90 meter itu yang mampu mencapai titik api Wisma Kosgoro.

Namun, kendaraan dengan tangga itu hanya sanggup menyemprotkan air dari satu sisi gedung. Padahal, api tidak hanya membakar lantai di atasnya. Api juga telah menjalar ke sisi timur gedung yang menghadap belakang jalan MH. Thamrin. (Baca: Petugas Pemadam Keluhkan Sulitnya Jalan Masuk Mobil ke Belakang Wisma Kosgoro)

"Sulit menjangkau bagian belakang gedung, lebar jalan tidak memungkinkan mobil kita buat masuk. Mobil kita kan gede-gede," kata Supardi, salah satu petugas yang sedang mengamati arah api, Selasa (10/3) dini hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.