Kompas.com - 11/03/2015, 09:01 WIB
Wisma Kosgoro di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Rabu (11/3/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusWisma Kosgoro di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Rabu (11/3/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pegawai yang kantornya berada di dalam Wisma Kosgoro, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, belum diperbolehkan masuk ke dalam gedung. Gedung dijaga ketat oleh petugas sekuriti dan kepolisian.

Pantauan Kompas.com, penjagaan ketat dilakukan petugas pengaman gedung baik di sisi pintu masuk parkiran yang ada di belakang maupun di pintu masuk di Jalan MH Thamrin. Para petugas melakukan pengamanan aset-aset yang berada di dalam gedung.

Situasi di gedung juga tak begitu banyak terlihat pekerja. Misalnya, di pintu masuk belakang gedung. Sekitar 20 orang terlihat berkumpul di pos-pos parkir, sisanya di halaman parkir gedung.

Puluhan aparat Polsek Menteng juga terlihat melakukan apel di lokasi parkir kendaraan. Menurut Komandan Regu sekuriti Wisma Kosgoro, Marno, seluruh pegawai belum diperkenankan untuk masuk. Mereka yang telah datang, diberitahukan bahwa kegiatan bekerja sementara waktu tidak berlangsung. Hanya para petinggi, yang boleh masuk itupun mesti mendapat surat dari manajemen gedung.

"Sekarang kosong, lantai 1 sampai 20 kosong. Cuma ada sekuriti yang melakukan pengamanan. Belum ada yang boleh masuk," kata Marno kepada Kompas.com, di depan pintu masuk di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu pagi.

Marno menerangkan, untuk mengamankan gedung pihaknya menurunkan 30 personel, bersama dengan pihak kepolisian. Ia belum dapat memastikan kapan situasi seperti ini akan berakhir.

"Sampai kapan juga belum tahu. Belum ada pengumuman," ujar Marno.

Wisma Kosgoro terbakar pada Senin (9/3/2015) sore. Api disebut muncul dari lantai 16 gedung itu, yang kemudian merembet ke lantai atas selanjutnya hingga lantai 20. Sekitar 35 unit mobil pemadam diterjunkan untuk membantu pemadaman api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Megapolitan
Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.