Anggota DPRD yang Memaki Ahok Akan Dipanggil Polda Metro Jaya

Kompas.com - 11/03/2015, 19:29 WIB
Salah seorang anggota DPRD DKI tampak berbicara ke arah microphone, dalam rapat mediasi antara Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD DKI, Kamis (5/3/2015). Seseorang inilah yang diduga oleh LBH Pendidikan telah melontarkan kata-kata kasar yang diduga ditujukan ke arah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Alsadad RudiSalah seorang anggota DPRD DKI tampak berbicara ke arah microphone, dalam rapat mediasi antara Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD DKI, Kamis (5/3/2015). Seseorang inilah yang diduga oleh LBH Pendidikan telah melontarkan kata-kata kasar yang diduga ditujukan ke arah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya akan memanggil anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Prabowo Soenirman.

Pemanggilan tersebut terkait pelaporan oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pendidikan Ayat Hidayat atas tuduhan bahwa Prabowo mengeluarkan umpatan kasar yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.

"Nanti akan kami lakukan pemanggilan-pemanggilan, termasuk terlapor," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/3/2015).

Ia menjelaskan, Ayat baru melaporkan Prabowo pada Senin (9/3/2015) kemarin. Selanjutnya, laporan tersebut akan diteruskan kepada penyidik. Setelah itu penyidik akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan.

Sebelum memanggil Prabowo selaku terlapor untuk dimintai keterangan, polisi akan memanggil terlapor yaitu Ayat dan sejumlah saksi. [Baca: Anggota DPRD yang Memaki Ahok: Apa yang Salah?]

"Khusus untuk pelapor, sebetulnya dia sudah dimintai keterangan saat melapor. Namun jika dibutuhkan nanti kami panggil lagi," ucap Martinus.

Martinus menjelaskan, saat melaporkan kasus tersebut ke Polra Metro Jaya, Ayat membawa barang bukti berupa rekaman rapat, postingan-postingan di media sosial, dan beberapa pemberitaan.

Ayat melaporkan bahwa Prabowo diduga melontarkan kata-kata yang mengacu ke SARA kepada Basuki. Kata-kata tersebut terlontar di akhir rapat fasilitasi mediasi antara Basuki dan para anggota dewan di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat pada Kamis (5/3/2015) lalu.

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekjen Kemendagri Tuswandi A Tumenggung dengan agenda rapat pembahasan evaluasi raperda APBD DKI Jakarta anggaran tahun 2015.

Ayat melaporkan Prabowo dengan Pasal 156 juncto Pasal 207 KUHP dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Pernyataan Permusuhan kebencian terhadap suatu golongan/SARA.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saksi Sebut Munarman Sempat Hendak Diusir dari Pembaiatan Anggota ISIS di UIN

Saksi Sebut Munarman Sempat Hendak Diusir dari Pembaiatan Anggota ISIS di UIN

Megapolitan
Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Sempat Melarikan Diri, Pelaku Utama Pengeroyokan Anggota TNI AD Ditangkap di Muara Baru

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Kadin DKI Jakarta Nilai Apindo Tak Perlu Gugat Anies soal Kenaikan UMP

Megapolitan
Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Tersangka Kasus Korupsi Damkar Depok Tak Kunjung Ditahan, Begini Perkembangan Kasusnya

Megapolitan
Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Pemakaman di Cengkareng Langganan Banjir Selama 20 Tahun, Camat: Lokasi di Cekungan

Megapolitan
Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI di Jakut Ditangkap, Ini Perannya

Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI di Jakut Ditangkap, Ini Perannya

Megapolitan
93 RT di DKI Jakarta Terendam Banjir, 908 Warga Mengungsi

93 RT di DKI Jakarta Terendam Banjir, 908 Warga Mengungsi

Megapolitan
Kali Bancong di Bekasi Meluap, Dua Kecamatan Terendam Banjir

Kali Bancong di Bekasi Meluap, Dua Kecamatan Terendam Banjir

Megapolitan
Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut, Anies: Atas Izin Allah, Kerja Sistematis Membuahkan Hasil!

Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut, Anies: Atas Izin Allah, Kerja Sistematis Membuahkan Hasil!

Megapolitan
Lahan Pemakaman di Cengkareng Terendam Banjir, Sering Terjadi Sejak 20 Tahun lalu

Lahan Pemakaman di Cengkareng Terendam Banjir, Sering Terjadi Sejak 20 Tahun lalu

Megapolitan
Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara Ditangkap

Pelaku Utama Pengeroyok Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara Ditangkap

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel Diperiksa Terkait Kematian Tak Wajar Tahanan Narkoba

Anggota Polres Jaksel Diperiksa Terkait Kematian Tak Wajar Tahanan Narkoba

Megapolitan
Sudah Dilarang Berulang Kali, Pengendara Motor Masih Melintasi 'Flyover' Pesing dan Berujung Kecelakaan

Sudah Dilarang Berulang Kali, Pengendara Motor Masih Melintasi "Flyover" Pesing dan Berujung Kecelakaan

Megapolitan
Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Ditemukan di 43 Sekolah di Jakarta, 72 Orang Terpapar

Bertambah Lagi, Kasus Covid-19 Ditemukan di 43 Sekolah di Jakarta, 72 Orang Terpapar

Megapolitan
Saksi Sentil soal Acara Pembaiatan Anggota ISIS di UIN, Munarman: Saya Tidak Baiat!

Saksi Sentil soal Acara Pembaiatan Anggota ISIS di UIN, Munarman: Saya Tidak Baiat!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.