Kompas.com - 11/03/2015, 20:27 WIB
Fogging di Balai Kota, Senin (9/3/2015) sore paska Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terjangkit penyakit demam berdarah. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaFogging di Balai Kota, Senin (9/3/2015) sore paska Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terjangkit penyakit demam berdarah.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto menjelaskan wilayah Jakarta Selatan merupakan wilayah yang warganya paling banyak terjangkit penyakit demam berdarah. Hingga 10 Maret 2015, warga Jakarta Selatan yang terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegepty sebanyak 311 jiwa.

"Kemudian di Jakarta Barat dengan jumlah penderita 257 warga, Jakarta Timur 172 warga, Jakarta Utara 123 warga, Jakarta Pusat 69 warga. Warga Kepulauan Seribu hingga saat ini tidak ada laporan warga yang terjangkit demam berdarah," kata Koesmedi, Rabu (11/3/2015). 

Di Jakarta Selatan, incidence rate (IR) atau angka insiden penderita demam berdarah mencapai 14,23. IR merupakan jumlah penderita baru sebuah penyakit yang ditemukan pada suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru tersebut. Perbandingan yang digunakan adalah seratus ribu penduduk. Artinya, setiap seratus ribu penduduk ditemukan sebanyak 14 penduduk di Jakarta Selatan yang terinfeksi demam berdarah.

Sementara lima kecamatan yang warganya paling banyak terkena demam berdarah adalah Kebayoran Baru, Pancoran, Cilandak, Pesanggrahan, dan Palmerah. "Sekarang program antisipasi penyakit demam berdarah dengan melakukan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) seperti pembagian bubuk abate dan sosialisasi 3M (menutup, menguras, mengubur)," kata mantan Dirut RSUD Tarakan itu.

Saat ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan anak bungsunya, Daud Albeener, sedang terjangkit penyakit demam berdarah. Basuki sendiri sudah tidak beraktivitas dan bekerja di Balai Kota selama tiga hari, sejak Senin (9/3/2015) lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Lokasi Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

KRI Nanggala Hilang Kontak, Keluarga di Depok Berharap Kolonel Harry Selamat

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Naik Lagi Jadi 1.707 Pasien

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Megapolitan
'Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner...'

"Radhar Panca Dahana Itu 'Orang Gila', Pikirannya Gila, Visioner..."

Megapolitan
Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Buntut Konten Tiktok Persalinan, Majelis Etik IDI Siapkan Fatwa Etika Bermedia Sosial untuk Dokter

Megapolitan
Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Teladan dari Radhar Panca Dahana, Tetap Gigih Menafkahi Keluarga meski Badan Sudah Ringkih

Megapolitan
Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Pesona Masjid Asmaul Husna, Rumah Ibadah Berselimut Kaligrafi Kufi di Tangerang...

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 23 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 23 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X