Kompas.com - 13/03/2015, 15:43 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua dari kanan) berbicara dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (dua dari kiri) pada acara Lebaran Betawi di Silang Timur Monas, Jakarta, Minggu (14/9/2014). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZAWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua dari kanan) berbicara dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (dua dari kiri) pada acara Lebaran Betawi di Silang Timur Monas, Jakarta, Minggu (14/9/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Cyrus Network menanggapi santai tudingan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) bahwa survei mereka merupakan pesanan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Direktur Analisa Politik Cyrus Network, Hafizul Mizan, mengatakan hasil survei itu meruapan bagian dari konformasi terhadap opini masyarakat.

"Sekarang ini masyarakat enggak punya power lagi selain lewat media sosial dan lembaga survei. Jadi ini salah satunya," kata Hafizul, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/3/2015).

Dia menganggap tuduhan itu bagian dari kepanikan Lulung terhadap hasil survei yang dirilis Kamis (12/3/2015). [Baca: Lulung Tuding Ahok Bayar Lembaga Survei]

"Hasil survei itu, yang bikin Lulung kebakaran jenggot adalah afirmasi dari pendapat di masyarakat. Kami sih tidak peduli tuduhannya," kata Hafizul.

Hafizul menambahkan Cyrus Network bekerja secara profesional. Hal ini dibuktikan dari hasil audit Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

Atas tuduhan Lulung, Hafizul mengatakan Lulung dan anggota legislatif masih tetap bisa berjalan tanpa harus menghiraukan aspirasi masyarakat. "Kalau itu nyinggung Haji Lulung, enggak usah kebakaran jenggotlah. Lulung dan anggota DPRD lainnya masih bisa berjalan kok tanpa aspirasi masyrakat," kata Hafizul.

Dia malah melontarkan candaan terhadap Haji Lulung terkait tuduhan survei bayaran dari Ahok. "Kalau ini survei bayaran, kan Haji Lulung tahu, kenapa enggak pakai survei lain lagi?" kelakar dia.

Selain itu, Hafizul menyerahkan penilaian masyarakat terhadap tuduhan Lulung. "Terkait benar atau tidaknya, biar masyarakat yang menilai ini bayaran atau tidak," pungkas dia.

Seperti diberitakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Cyrus Network, sebanyak 54,8 persen warga merasa tidak terwakili oleh DPRD, 24,8 persen biasa saja, 9,7 persen terwakili, dan 10,7 persen tidak tahu. [Baca: Mayoritas Warga Jakarta Merasa Tidak Diwakili DPRD DKI]

Hasil survei itu juga menunjukkan popularitas Ahok jauh melampau Lulung meskipun tagar #SaveHajiLulung sempat menjadi trending topic di Twitter. Tingkat popularitas Lulung hanya berkisar 26,8 persen dengan tingkat kesukaan masyarakat sebesar 12,3 persen. [Baca: Lulung "Ngehits" di Twitter, Ahok Tetap Lebih Populer]

"Sementara itu, popularitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebesar 95 persen dengan tingkat kesukaan 66,6 persen," kata Hafizul Mizan, Kamis siang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Megapolitan
Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Megapolitan
Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Megapolitan
Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

Megapolitan
Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pastikan Stok Vaksin Cukup untuk Booster Selama Januari

Pemkot Bekasi Pastikan Stok Vaksin Cukup untuk Booster Selama Januari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.