Kompas.com - 13/03/2015, 17:34 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua dari kanan) berbicara dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (dua dari kiri) pada acara Lebaran Betawi di Silang Timur Monas, Jakarta, Minggu (14/9/2014). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZAWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua dari kanan) berbicara dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (dua dari kiri) pada acara Lebaran Betawi di Silang Timur Monas, Jakarta, Minggu (14/9/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny JA.Survei, menyesalkan sikap Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) yang mengatakan hasil survei sebagai pesanan oknum tertentu.

"Jika begitu, sama saja dengan buruk muka cermin dibelah," ujar salah satu tim riset LSI, Ade Mulyana kepada Kompas.com, Jumat (13/3/2015). [Baca: Lulung Tuding Ahok Bayar Lembaga Survei]

Menurut Ade, pihaknya melakukan survei bukan untuk membela salah satu pihak, baik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ataupun DPRD.

LSI - Denny JA, kata Ade, ingin melihat bagaimana persepsi masyarakat dalam menilai polemik tersebut. "Ternyata publik lebih percaya ke Ahok dibandingkan ke DPRD. Dalam hal menciptakan pemerintahan Jakarta yang bersih," kakta Ade.[Baca: Survei LSI: Lebih dari 60 Persen Publik Percaya Komitmen Ahok]

Bahkan Ade memberi masukan kepada pihak DPRD, mengacu dari hasil survei yang dilakukan lembaganya. Hasil survei yang kurang bagus untuk DPRD tersebut, seharusnya bisa dijadikan menjadi cermin untuk menjadi bahan perbaikan.

"Seharusnya mereka bisa menciptakan suatu persepsi positif di mata publik dalam berpolemik dengan Ahok. Jangan justru survei yang disalahkan," pungkasnya.

Sebelumnya, LSI- Denny JA memaparkan temuan survei terbaru soal opini publik terkait kisruh antara Ahok dengan DPRD DKI soal APBD 2015, Selasa (10/3/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasilnya, 60.77 persen publik menyatakan percaya dengan komitmen Ahok untuk pemerintahan yang bersih. Hanya sebesar 22.65 persen yang percaya dengan komitmen DPRD Jakarta untuk pemerintahan yang bersih.

Data tersebut diperoleh dengan menggunakan multistage random sampling dengan 1.200 responden dari 33 provinsi, selama 3-4 Maret 2015 lalu. Dengan estimasi margin of error sebesar 2,9 persen. LSI-Denny JA mengatakan survei itu dilakukan dengan biaya sendiri.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Megapolitan
Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Megapolitan
Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Megapolitan
Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Megapolitan
1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Megapolitan
Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Megapolitan
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.