Tolak Ditangkap, Pengacara Lulung dkk Dikejar Jaksa di Jalan Djuanda

Kompas.com - 18/03/2015, 17:31 WIB
Pengacara tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait penetapan APBN-P Kementerian ESDM, Sutan Bhatoegana, Razman Arif Nasution (tengah) dan Eggi Sudjana (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (26/2/2015). Sutan akan mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). kompas.com/dani prabowoPengacara tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait penetapan APBN-P Kementerian ESDM, Sutan Bhatoegana, Razman Arif Nasution (tengah) dan Eggi Sudjana (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (26/2/2015). Sutan akan mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara Abraham "Lulung" Lunggana dan kawan-kawan, Razman Arif Nasution, sempat menolak ketika akan ditangkap Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur di Jalan Djuanda, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).

"Kami sempat kejar-kejaran di Jalan Djuanda. (Razman) Sempat lari dari mobil, enggak mau ditangkap. Tetapi, akhirnya kami pepet, kami suruh keluar," kata Asisten Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nanang Sigit, di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2015).

Nanang mengungkapkan, aksi kejar-kejaran itu antara mobil yang ditumpangi tim eksekutor dan mobil Razman. Saat itu Razman bersama beberapa anggota keluarganya. "Ada tiga atau empat orang anggota keluarga," ujar Nanang.

Apa alasan Razman menolak eksekusi Kejaksaan?

"Dia merasa putusannya tidak mengandung eksekutorial," jawab Nanang. Kini Razman dijebloskan ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan pengacara Komjen Budi Gunawan itu ditangkap hari ini sekitar pukul 15.30. Dia ditangkap terkait kasus penganiayaan terhadap keponakannya sendiri, Nurcholis. [Baca: Pengacara Lulung dkk Dijebloskan ke Rutan Cipinang]

Razman divonis 3 bulan kurungan oleh pengadilan di Sumatera Utara. Sementara eksekusi Rasman merupakan putusan dari Mahkamah Agung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PHRI DKI Jakarta: 30 Hotel Siap Tampung Isolasi Pasien OTG Covid-19

PHRI DKI Jakarta: 30 Hotel Siap Tampung Isolasi Pasien OTG Covid-19

Megapolitan
9 PPSU Bukit Duri Positif Covid-19, Rekan Kerja dan Warga Patungan Beri Bantuan

9 PPSU Bukit Duri Positif Covid-19, Rekan Kerja dan Warga Patungan Beri Bantuan

Megapolitan
Muhamad Siap Dukung Keputusan Pemerintah jika Pilkada Tangsel Harus Ditunda

Muhamad Siap Dukung Keputusan Pemerintah jika Pilkada Tangsel Harus Ditunda

Megapolitan
Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Megapolitan
Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Megapolitan
Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Megapolitan
Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Megapolitan
Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Megapolitan
369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X