Kompas.com - 19/03/2015, 00:08 WIB
Istri Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan, mendampingi suaminya untuk dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan 2012-2017, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11/2014). Basuki yang akrab disapa Ahok merupakan gubernur ketiga yang dilantik langsung oleh presiden setelah Ali Sadikin yang dilantik Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA DANY PERMANAIstri Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan, mendampingi suaminya untuk dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan 2012-2017, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11/2014). Basuki yang akrab disapa Ahok merupakan gubernur ketiga yang dilantik langsung oleh presiden setelah Ali Sadikin yang dilantik Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama memaparkan kronologi rapat revitalisasi Kota Tua di Balai Kota yang melibatkan istrinya, Veronica Tan, dan adiknya, Hari Basuki. Pasalnya, Ahok mengklaim bahwa istrinya diarahkan agar rapat di ruang tersebut.

"Yang jelas dirancang. Istri saya tidak pernah rapat di sana," ungkap Ahok dalam sesi wawancara eksklusif dengan Kompas TV, Selasa (17/3/2015) lalu.

Ahok menduga, ada indikasi pengkhianatan dari anak buahnya. Pasalnya, sebelum rapat digelar, Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Sylviana Murni diketahui mengundang adik Ahok, Hari Basuki, untuk ikut bergabung.

"Ibu Sylviana Murni yang telepon adik saya," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

Lalu apakah Ibu Sylvi yang dimaksud Ahok telah berkhianat terhadapnya? Ahok pun memberi jawaban diplomatis. Menurut dia, ada segelintir anak buahnya yang tidak suka terhadap dirinya.

"Saya tidak bilang (Bu Sylvi) berkhianat. Hanya, tidak semua orang suka dengan saya," lanjutnya.

Ahok menduga, saat itu, istrinya digiring untuk rapat di ruangan tersebut. Hal itu bertujuan menciptakan opini publik agar seolah-olah Ahok melakukan kesalahan.

"Jadi, itu dirancang, kan lucu. Istri saya tidak pernah rapat di ruangan itu. Ruangan itu masuknya pun lewat ruangan saya. Terlebih lagi, istri saya datang telat sejam karena ada rapat di tempat lain, lalu diarahkan rapat di ruangan itu, terus difoto dan diekspos. Memang sudah direncanakan," paparnya.

Ahok menilai, peran Sylvi cukup vital dalam mengarahkan istri Ahok ke ruang rapat tersebut. Pasalnya, menurut Ahok, Sylvi sempat meminta izin kepada dirinya secara sopan. Namun, ketika foto rapat tersebut heboh di media, Ahok pun kaget. Meski demikian, Ahok sadar bahwa hal tersebut memang sudah direncanakan.

"Makanya saya marah. Tau gak kenapa? Kok santun-santun pengecut ya? Saya tuh dilatih sejak kecil oleh bapak saya, hitam atau putih, koboi aja. Saya gak pernah munafik. Ada yang ajak bertinju, gue ladenin. Kalau tusuk dari belakang, itu pengecut," sindir Ahok.

Sebelumnya, foto rapat revitalisasi Kota Tua yang dipimpin Veronica Tan dan Hari Basuki sempat menuai kehebohan di dunia maya. Banyak yang menduga, Ahok sengaja memasukkan istri dan adiknya untuk menggunakan fasilitas gubernur, termasuk ruang rapat.

Lihat video wawancara dengan Ahok berikut ini:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.