Adakah Peran Jokowi dalam Penangkapan Pengacara Lulung dkk?

Kompas.com - 19/03/2015, 08:39 WIB
Razman Nasution, kuasa hukum beberapa perwakilan anggota DPRD DKI. Tribunnews.com/Theresia FelisianiRazman Nasution, kuasa hukum beberapa perwakilan anggota DPRD DKI.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama enggan berspekulasi apakah ada campur tangan Presiden Joko Widodo di balik penangkapan pengacara Wakil Ketua DPRD Abraham "Lulung" Lunggana dan lainnya, Razman Arif Nasution, pada Rabu (18/3/2015) kemarin. Sebab, kasus penganiayaan Razman ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2006.

Sementara itu, penangkapannya oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara baru terjadi saat perseteruan Basuki dengan DPRD kian memanas. (Baca: Pengacara Lulung dkk Dijebloskan ke Rutan Cipinang)

"Gue enggak tahu, aku enggak tahu. Kamu tanya Pak Jokowi saja, enggak usah suuzan kamu," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/3/2015). 

Razman, yang membawa nama beberapa anggota DPRD, diketahui melaporkan Basuki ke Bareskrim Mabes Polri. Pelaporannya terkait etika dan norma Basuki yang kerap menyinggung DPRD, kemudian terkait tudingan usulan anggaran siluman dalam RAPBD 2015 senilai Rp 12,1 triliun, dugaan pemalsuan dokumen APBD DKI 2015, serta rencana suap Pemprov DKI kepada anggota Dewan sebesar Rp 12,7 triliun. (Baca: DPRD Akan Laporkan Ahok ke Bareskrim Rabu Ini)

Basuki pun berulang kali mengungkapkan keinginannya untuk menjadi presiden karena bisa mengatur polisi, jaksa, dan lain-lain. Di sisi lain, Presiden Jokowi pun berjanji akan terus mem-back-up Basuki untuk melaksanakan transparansi anggaran di Pemprov DKI. (Baca: Kata Ahok soal Penahanan Pengacara Lulung dkk, Lumayan 3 Bulan...)



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Megapolitan
Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Megapolitan
Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Megapolitan
369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Megapolitan
RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Megapolitan
Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Megapolitan
Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X