Lulung: "Kejawab" Nih yang Pengin "Deadlock" Siapa

Kompas.com - 20/03/2015, 18:24 WIB
Haji Lulung tampil dengan model rambut barunya, belah pinggir, saat menjadi narasumber di acara Kompasiana TV, di Mal FX, Selasa (17/3/2015) malam. Kompas.com/Tangguh Sipria RiangHaji Lulung tampil dengan model rambut barunya, belah pinggir, saat menjadi narasumber di acara Kompasiana TV, di Mal FX, Selasa (17/3/2015) malam.
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menyerahkan print out hasil evaluasi rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) DKI kepada DPRD DKI. Sampai saat ini, DPRD DKI pun masih menunggu print out tersebut sampai ke tangan mereka untuk segera dibahas.

"Sekarang bagaimana mau bahas kalau rincian belum di tempat kita? Gua udah bilang, udah deh jangan hard copy, soft copy saja. Dia bilang, 'Banyak, Bang, lima screen'," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Abraham "Lulung" Lunggana di Gedung DPRD DKI, Jumat (20/3/2015).

Lulung pun mengatakan bahwa staf DPRD sudah menunggu print out tersebut sejak pukul 15.00 WIB. Akan tetapi, print out tak kunjung selesai. Lulung pun kesal.

Akhirnya, pimpinan Dewan memanggil Sekretaris Daerah DKI Saefullah untuk menanyakan hal tersebut. Menurut Lulung, Saefullah memberi tahu bahwa print out akan selesai sekitar pukul 19.00 WIB nanti. [Baca: DKI Baru Akan Sampaikan Lampiran RAPBD ke DPRD Pukul 19.00 Malam Ini]

Jika print out baru selesai pukul 19.00 WIB, Lulung khawatir tidak ada waktu yang cukup untuk membahasnya kembali. Lulung juga tidak dapat menjamin anggota Badan Anggaran akan bersedia menunggu atau tidak.

"Kalau anak-anak (anggota Banggar) bubar, mana mungkin tungguin. Kayak budak aja," ujar Lulung.

"Lagi pula, mana mungkin lima jam pembahasan, yang ada seharusnya tadi jam 14.00 WIB (print out sudah siap). Baru mulai kita lembur sampai jam 22.00," ucap Lulung.

Kemudian, Lulung menjelaskan bagaimana prosedur rapat ini. Seharusnya memang dilakukan rapat Banggar terlebih dahulu. Kemudian, baru dilaksanakan rapat gabungan untuk dimintai persetujuan akan RAPBD 2015.

Keterlambatan ini, kata Lulung, merupakan bukti bahwa bukan DPRD yang ingin masalah APBD berakhir deadlock. Secara tersirat, ia menuding Pemerintah Provinsi DKI-lah yang ingin APBD berujung deadlock.

"Siapa yang sebenarnya mau deadlock? Kejawab nih yang pengin deadlock siapa. Di-setting deadlock. Masa hari gini hard copy belum dikasih," ujar Lulung.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Megapolitan
Diizinkan Kemendikbud, Puluhan Sekolah di Kabupaten Bekasi Akan Gelar KBM Tatap Muka

Diizinkan Kemendikbud, Puluhan Sekolah di Kabupaten Bekasi Akan Gelar KBM Tatap Muka

Megapolitan
Diduga Penyusup, Ratusan Orang Ditangkap Polisi Saat Ingin Gabung Demo di Depan DPR

Diduga Penyusup, Ratusan Orang Ditangkap Polisi Saat Ingin Gabung Demo di Depan DPR

Megapolitan
UPDATE 14 Agustus: Bertambah 10 Kasus Positif Covid-19 dan 17 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 14 Agustus: Bertambah 10 Kasus Positif Covid-19 dan 17 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X