Taufik: Kali Ini, DPRD Beri Karpet Merah untuk Ahok

Kompas.com - 22/03/2015, 12:17 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik (depan) dan anggota fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Fajar Sidik, saat ditemui di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Minggu (22/3/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik (depan) dan anggota fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Fajar Sidik, saat ditemui di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Minggu (22/3/2015).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, baru kali ini dalam sejarah Pemprov DKI menggunakan peraturan gubernur (Pergub) anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dengan pagu tahun sebelumnya, yakni APBD-P 2014 senilai Rp 72,9 triliun.

Delapan dari fraksi di DPRD pun telah sepakat memberi keleluasaan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mengelola anggarannya sendiri. 

"Kali ini, DPRD minus Partai Nasdem, memberi karpet merah kepada Gubernur. Kami sepakat APBD diserahkan ke Gubernur saja, tidak pakai Perda (APBD 2015)," kata Taufik saat ditemui di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (22/3/2015).

Menurut dia, penggunaan Pergub APBD-P 2014 tidak sengaja dilakukan DPRD DKI. Pasalnya, lanjut Taufik, sebelumnya Basuki sudah menantang dan menginginkan penggunaan Pergub tanpa perlu membahas APBD dengan DPRD.


Kemudian, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu juga mengungkapkan tidak ada itikad baik dari Pemprov DKI untuk menyerahkan dokumen RAPBD hasil input e-budgeting kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI.

"Pertama, kami sudah menunggu dari jam 10.00 pagi hari Jumat (20/3/2015) kemarin, TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) tidak datang-datang sampai ternyata mereka baru datang jam 9 malam menyerahkan lampiran RAPBD, kami cuma punya waktu 3 jam untuk membahas 6600 lembar, bagaimana bisa?," kata mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta itu. 

Akhirnya, lanjut Taufik, mereka menyepakati Pergub. Taufik pun mengaku telah mengembalikan dokumen ke TAPD DKI untuk selanjutnya diserahkan ke Kemendagri. Kendati menggunakan pagu anggaran tahun 2014, kakak anggota fraksi Gerindra DPRD Mohamad Sanusi itu meyakini program pembangunan Jakarta tetap akan berjalan.

"Tetap sah berdasar aturan kok pakai Pergub APBD tahun lalu. Sudahlah kami terima saja keinginan Gubernur untuk pakai Pergub APBD sampai tahun 2017, orang dia yang pengen kok," kata Taufik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Megapolitan
Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Megapolitan
Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Megapolitan
Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Megapolitan
Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Megapolitan
Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X