Kompas.com - 24/03/2015, 11:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat menyerahakan rancangan peraturan gubernur (pergub) APBD DKI tahun 2015 di Kemendagri, Senin (23/3/2015) sore. Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.COMGubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat menyerahakan rancangan peraturan gubernur (pergub) APBD DKI tahun 2015 di Kemendagri, Senin (23/3/2015) sore.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa pesimistis bahwa DPRD akan menyepakati perda (peraturan daerah) pembahasan anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2015.

Terlebih lagi, DPRD menolak menerbitkan perda APBD 2015 dan merekomendasikan Pemprov DKI menerbitkan pergub serta menggunakan pagu APBD-P 2014 senilai Rp 72,9 triliun. 

"Jadi, istilah Mendagri, sekali merdeka tetap merdeka. Jadi ya sudah sekali pergub, pergub terus saja ini," kata Basuki di Balai Kota, Selasa (24/3/2015). 

Seharusnya, bulan Maret, Pemprov DKI dan DPRD DKI sudah membahas program-program yang disusun dalam APBD-P. Kemudian, pada November, APBD-P sudah disahkan oleh DPRD DKI.

Dengan kekisruhan ini, Basuki memprediksi DPRD tak menyepakati perda APBD-P 2015. "(APBD) perubahan enggak ada urusan sama mereka," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Mulai hari ini hingga 15 hari kerja ke depan, Pemprov DKI mulai memasukkan rincian anggaran dengan nilai pagu yang sama dengan APBD-P 2014, yang bernilai Rp 72,9 triliun.

Perbedaannya, proses kali ini tidak akan diawasi oleh DPRD seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Kemendagri akan mengawasi langsung proses pengisian anggaran melalui sistem e-budgeting oleh SKPD DKI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi, DPRD sudah enggak fungsi, yang ngawasi Kemendagri. Kami buka anggaran, panggil seluruh SKPD untuk hadir, yang pelototin proses penyusunan anggarannya orang dari Kemendagri," ujar Basuki.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Megapolitan
Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Megapolitan
Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Megapolitan
Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Megapolitan
Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Megapolitan
Tersisa 120.000 Dosis Vaksin Sinovac, Pemkot Bekasi Akan Gunakan untuk Vaksinasi Anak

Tersisa 120.000 Dosis Vaksin Sinovac, Pemkot Bekasi Akan Gunakan untuk Vaksinasi Anak

Megapolitan
Krematorium Cilincing Sudah Kremasi 75 Jenazah Pasien Covid-19

Krematorium Cilincing Sudah Kremasi 75 Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Kejati Tetapkan Tersangka Korupsi BUMD DKI di Era Ahok, Kerugian Capai Rp 5 Miliar

Kejati Tetapkan Tersangka Korupsi BUMD DKI di Era Ahok, Kerugian Capai Rp 5 Miliar

Megapolitan
Keterisian Tempat Tidur RS di Kota Bogor Capai 65 Persen, Bima Arya Klaim Penanganan Kasus Covid-19 Tunjukkan Tren Positif

Keterisian Tempat Tidur RS di Kota Bogor Capai 65 Persen, Bima Arya Klaim Penanganan Kasus Covid-19 Tunjukkan Tren Positif

Megapolitan
14 Karyawan Transjakarta Meninggal akibat Covid-19, 625 Orang Terpapar Virus Corona

14 Karyawan Transjakarta Meninggal akibat Covid-19, 625 Orang Terpapar Virus Corona

Megapolitan
Vaksinasi Drive Thru Dosis Kedua oleh YCAB di Kebon Jeruk Segera Dimulai, Catat Cara Daftarnya

Vaksinasi Drive Thru Dosis Kedua oleh YCAB di Kebon Jeruk Segera Dimulai, Catat Cara Daftarnya

Megapolitan
Pemprov DKI Salurkan Bansos Beras kepada 1 Juta KK Mulai Kamis Besok

Pemprov DKI Salurkan Bansos Beras kepada 1 Juta KK Mulai Kamis Besok

Megapolitan
TransJakarta Gencarkan Integrasi Antar Moda dari Transportasi Berbasis Jalan, Rel, hingga Air

TransJakarta Gencarkan Integrasi Antar Moda dari Transportasi Berbasis Jalan, Rel, hingga Air

Megapolitan
Aturan Pengunjung Restoran Wajib Sudah Vaksin Covid-19, PHRI: Semakin Mati Kita!

Aturan Pengunjung Restoran Wajib Sudah Vaksin Covid-19, PHRI: Semakin Mati Kita!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X