GMJ Antar Fotokopi KTP untuk Dukung Hak Angket Ahok

Kompas.com - 24/03/2015, 11:31 WIB
Beberapa perwakilan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) membawa tumpukan dokumen tanda warga Jakarta mendukung hak angket ke dalam gedung DPRD DKI, Selasa (24/3/2015).
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERABeberapa perwakilan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) membawa tumpukan dokumen tanda warga Jakarta mendukung hak angket ke dalam gedung DPRD DKI, Selasa (24/3/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Unjuk rasa mendukung hak angket terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dilanjutkan dengan membawa masuk dus berisi dokumen-dokumen. Dokumen itu, menurut perwakilan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), berisi 500.000 lebih fotokopi KTP warga DKI.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, koordinator GMJ bersama 12 orang masuk ke Gedung DPRD DKI, sekitar pukul 11.00 WIB. Masing-masing membawa satu dus ukuran besar yang menampung tumpukan dokumen fotokopi KTP dan kertas lainnya.

Di sebuah kertas terdapat kop surat yang bertuliskan "Gerakan Masyarakat Jakarta" dan disatukan dengan fotokopi KTP. Mereka menuju ruang pimpinan DPRD yang berada di lantai sembilan Gedung DPRD.

"Ini bukti bahwa masyarakat Jakarta sudah eneg dengan pemerintahan Ahok (sapaan Basuki). Kami akan serahkan ini semua," seru salah seorang perwakilan GMJ sambil memperlihatkan sebuah dokumen.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Megapolitan
Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Megapolitan
Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Megapolitan
3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Megapolitan
3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

Megapolitan
Pemkot Depok Optimalkan Kampung Siaga Covid-19, Setiap RW Dapat Rp 2 Juta

Pemkot Depok Optimalkan Kampung Siaga Covid-19, Setiap RW Dapat Rp 2 Juta

Megapolitan
Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X