Konser One Direction Bubar, Kawasan GBK Macet Total

Kompas.com - 25/03/2015, 23:32 WIB
Kemacetan di kawasan Gelora Bung Karno, tepatnya di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, usai konser One Direction, Rabu (25/3/2015). KOMPAS.com/Ana Shofiana SyatiriKemacetan di kawasan Gelora Bung Karno, tepatnya di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, usai konser One Direction, Rabu (25/3/2015).
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Suara klakson bersahut-sahutan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2015) malam ini. Bubaran penonton konser One Direction menyebabkan lalu lintas kendaraan di kawasan itu tak bergerak.

Kemacetan salah satunya terjadi di Jalan Gerbang Pemuda, tepatnya di depan Gedung TVRI arah Slipi. Bahu jalan digunakan parkir mobil penonton band asal Inggris Raya itu hingga empat baris. Begitu juga dari arah Gatot Subroto menuju Hotel Mulia, lanjut di Jalan Asia Afrika.

Sejak pukul 20.00, tidak terlihat ada polisi yang berjaga di bahu jalan. Malah, hal itu menguntungkan tukang parkir liar yang memungut bayaran Rp 20.000 per mobil yang parkir.

Usai konser, ratusan mobil yang ingin keluar dari areal Gelora Bung Karno harus bersaing dengan arus manusia yang baru keluar menonton konser di Stadion Utama Senayan itu.

Keluar dari areal Gelora Bung Karno, pengendara harus berhadapan dengan kemacetan yang disebabkan parkiran mobil dan kendaraan yang akan melintas.

Kemacetan ini berdampak di kawasan Jalan Sudirman, Gatot Subroto, belakang Gedung DPRD hingga jalan di depan Gedung Manggala Wanabhakti. Tidak terlihat ada polisi yang mengatur lalu lintas di pertigaan Hotel Mulia. Hingga pukul 23.15, kemacetan belum terurai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X