Kompas.com - 26/03/2015, 13:15 WIB
Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Tepat di bawah JPO ini kerap dijadikan penyeberanga sembarang oleh warga. Senin (15/12/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusJembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Tepat di bawah JPO ini kerap dijadikan penyeberanga sembarang oleh warga. Senin (15/12/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di ibu kota sangat parah. Selain kotor, JPO juga dipergunakan banyak pedagang untuk berdagang. 

"Parah, halte juga parah. Kami juga enggak pernah bersihin padahal ada biaya pemeliharaan," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (26/3/2015). 

Selama ini, pengelolaan jembatan berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan DKI. Dishub DKI memiliki aturan perawatan JPO dalam jangka waktu enam bulan sekali saja. Padahal, lanjut Basuki, idealnya JPO dibersihkan tiap dua hari sekali. Perawatan JPO ini pun, menurut dia, tidak terlihat hasilnya.

"Saya juga enggak tahu bersih atau tidak perawatannya. Di Jakarta kan begitu, ngaku sudah bersihin (JPO) terus saya tanya kenapa kotor, dijawabnya 'baru datang debunya', gampang banget," kata pria yang akrab dipanggil Ahok itu.

Sehingga tugas perawatan jembatan akan dibagi dengan perusahaan yang memiliki iklan reklame di jembatan itu. Maka, lanjut mantan Bupati Belitung Timur itu, ketika dilakukan tender atau lelang perusahaan iklan untuk jembatan, klausul kewajiban merawat kondisi jembatan akan dimasukkan. Bukan lagi 6 bulan sekali, melainkan menjadi 2 hari sekali. Pengiklan wajib membersihkan dan membenahi fisik JPO.

Basuki bakal melelang sebanyak 1.000 JPO dan halte yang ada. Saat ini, lanjut Basuki, JPO yang ada di depan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin dengan hiasan pot-pot bunga dan tanaman plastik menjadi standar bagi JPO lainnya.

Bahkan ia bermimpi pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta bisa seperti skybridge di Hongkong. Tidak sekadar jembatan, namun Skybridge itu juga nyaman dan dilengkapi dengan toko di kanan kirinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Termasuk yang memungkinkan, kami mau buka toko malahan kayak di Pondok Indah Mall gitu, seperti di skybridge, selain jembatan ada toko supaya orang bisa menjaga selama 24 jam. Kami mau nyambungin Grand Indonesia ke BCA," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

32 Program Penanggulangan Banjir di Kota Tangerang, Bangun Tanggul Sungai hingga Pasang Pompa Listrik

32 Program Penanggulangan Banjir di Kota Tangerang, Bangun Tanggul Sungai hingga Pasang Pompa Listrik

Megapolitan
Klarifikasi Dishub DKI: Motor Tidak Kena Ganjil Genap Kawasan Tempat Wisata

Klarifikasi Dishub DKI: Motor Tidak Kena Ganjil Genap Kawasan Tempat Wisata

Megapolitan
Dinas PUPR Kota Tangerang Bangun Tanggul di Kali Ledug

Dinas PUPR Kota Tangerang Bangun Tanggul di Kali Ledug

Megapolitan
Taman Sari Jadi Satu-satunya Kecamatan Zona Hijau Covid-19 di Jakarta Barat

Taman Sari Jadi Satu-satunya Kecamatan Zona Hijau Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
Petugas PJU di Warakas Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Lakukan Pemeliharaan Kabel

Petugas PJU di Warakas Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Lakukan Pemeliharaan Kabel

Megapolitan
Satu Lagi Anggota TNI Dinonaktifkan akibat Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet

Satu Lagi Anggota TNI Dinonaktifkan akibat Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet

Megapolitan
Temuan 46 Kasus Covid-19, Seluruh Penghuni Pesantren Babussalam Depok Sudah Di-swab

Temuan 46 Kasus Covid-19, Seluruh Penghuni Pesantren Babussalam Depok Sudah Di-swab

Megapolitan
Ikut Bangun Kota hingga Percepat Vaksinasi DKI Jakarta, Siapa Kader Dasawisma?

Ikut Bangun Kota hingga Percepat Vaksinasi DKI Jakarta, Siapa Kader Dasawisma?

Megapolitan
46 Penghuni Pesantren Babussalam Depok Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala dan Isolasi di Ponpes

46 Penghuni Pesantren Babussalam Depok Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala dan Isolasi di Ponpes

Megapolitan
Ada 2 Anggota TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet Pademangan

Ada 2 Anggota TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet Pademangan

Megapolitan
Saat Banjir Terjadi di Periuk, BPBD Juga Akan Evakuasi Barang Berharga Milik Korban

Saat Banjir Terjadi di Periuk, BPBD Juga Akan Evakuasi Barang Berharga Milik Korban

Megapolitan
Saat Musim Hujan, Periuk Damai di Kota Tangerang Diperkirakan Terendam Banjir

Saat Musim Hujan, Periuk Damai di Kota Tangerang Diperkirakan Terendam Banjir

Megapolitan
Polres Tangsel Biarkan Kasus Pelecehan Remaja Tak Berlanjut, Komnas Perempuan: Keliru Besar!

Polres Tangsel Biarkan Kasus Pelecehan Remaja Tak Berlanjut, Komnas Perempuan: Keliru Besar!

Megapolitan
46 Penghuni Pesantren Babussalam Depok Positif Covid-19, Pembelajaran Dihentikan Sementara

46 Penghuni Pesantren Babussalam Depok Positif Covid-19, Pembelajaran Dihentikan Sementara

Megapolitan
Pekerja LRT Jatuh di Kuningan, Polisi: Korban Terjatuh dari Ketinggian 8 Meter

Pekerja LRT Jatuh di Kuningan, Polisi: Korban Terjatuh dari Ketinggian 8 Meter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.