Kompas.com - 27/03/2015, 09:28 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

Martinus mengaku, Brigadir M mempunyai dua kesalahan. Ada dua perkataan M di video yang diucapkan dengar keras dan kasar, antara lain kalimat 'Saya petugas dan saya berhak' dan kalimat 'Saya minta semua penumpang turun sekarang'. Kalimat itu terlontar dari mulut M setelah penumpang bus memaki dan menghujatnya.

"Itu kurang santun dan kurang pas. Kami meminta maaf," ucap Martinus.

Selain itu, Martinus juga meminta agar masyarakat tak berhenti memberikan informasi seperti itu sehingga perbuatan polisi di lapangan bisa terus dipantau.

Namun, Martinus juga agak kesal dengan komentar-komentar yang meluncur di YouTube. Ada salah satu komentar yang menyebut "Polisi anjing". Martinus meminta agar masyarakat tetap santun di media sosial.

"Polisi juga manusia, dan manusia ciptaan Tuhan. Menyebut polisi begitu sama saja menghina ciptaan Tuhan," kata Martinus.

Tetapi, polisi tak akan memperpanjang hujatan dan caci maki di medsos itu ke jalur hukum.

Sementara itu, Irvan mengaku hal-hal ini sebenarnya sering terjadi di lapangan. Irvan menegaskan, polisi berhak meminta surat-surat kendaraan dan SIM pengemudi apabila terjadi sesuatu.

Menurut Irvan, kasus itu sudah selesai di lapangan. Polisi tak menilang sopir bus transjakarta dan pemotor juga sudah setuju tak melanjutkannya. "Sudah banyak terjadi polisi mendamaikan pengendara yang bertabrakan di jalanan. Apalagi bila tak ada kerugian materi dan korban, serta kedua pihak sepakat," ucap Irvan.

Tetapi, begitu video itu beredar di YouTube, ternyata kasus itu belum selesai. "Pemotornya sudah tidur nyenyak, pengemudi bus transjakartanya sudah tidur nyenyak, dan sekarang justru giliran polisi yang pusing," ucap Irvan kepada wartawan ketika jumpa pers di Balai Wartawan Polda Metro Jaya, Kamis (26/3/2015) sore.

Irvan berjanji akan menuntaskan konfirmasi soal video ini. Saat ini, polisi belum mendapat keterangan dari sopir bus transjakarta dan pemotor yang mengaku ditabrak bus transjakarta itu. Irvan sudah meminta pemotor dan sopir busnya dicari.

"Saya sudah minta untuk terus dicari orang-orangnya. Saya juga penasaran," kata Irvan. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMPN 52 Jakarta Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah, Kepalanya Bocor

Siswa SMPN 52 Jakarta Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah, Kepalanya Bocor

Megapolitan
Maling Motor yang Tepergok Korbannya di Sanggar Senam Depok Jadi Tersangka

Maling Motor yang Tepergok Korbannya di Sanggar Senam Depok Jadi Tersangka

Megapolitan
Tarif Sewa dan Fasilitas Alaspadu Rukita Jack's House Melawai, Rumah Kos Dekat Stasiun MRT Blok M

Tarif Sewa dan Fasilitas Alaspadu Rukita Jack's House Melawai, Rumah Kos Dekat Stasiun MRT Blok M

Megapolitan
Suasana Rumah Pribadi Istri Ferdy Sambo Usai Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Brigadir J

Suasana Rumah Pribadi Istri Ferdy Sambo Usai Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Brigadir J

Megapolitan
Alaspadu Milik Pemprov DKI, Kos-kosan Strategis di Kawasan Stasiun MRT

Alaspadu Milik Pemprov DKI, Kos-kosan Strategis di Kawasan Stasiun MRT

Megapolitan
Bank Swasta di Cengkareng Diduga Diteror, 'Rolling Door' dan Kaca Ditembaki hingga Pecah

Bank Swasta di Cengkareng Diduga Diteror, "Rolling Door" dan Kaca Ditembaki hingga Pecah

Megapolitan
Jenis Kamar, Harga, dan Fasilitas di Alaspadu Kudus Menteng, Indekos di Kawasan TOD

Jenis Kamar, Harga, dan Fasilitas di Alaspadu Kudus Menteng, Indekos di Kawasan TOD

Megapolitan
Halte Transjakarta GBK Disebut Lebih Nyaman Setelah Direvitalisasi, Warga: Kalau Bisa Semua Halte Diperbaiki

Halte Transjakarta GBK Disebut Lebih Nyaman Setelah Direvitalisasi, Warga: Kalau Bisa Semua Halte Diperbaiki

Megapolitan
Pelaku yang Hendak Curi Motor di Sanggar Senam Depok Sempat Dikejar Warga Setelah Tepergok

Pelaku yang Hendak Curi Motor di Sanggar Senam Depok Sempat Dikejar Warga Setelah Tepergok

Megapolitan
Beda Alaspadu, Rumahpadu, dan Rusunawa yang Baru Diresmikan Anies

Beda Alaspadu, Rumahpadu, dan Rusunawa yang Baru Diresmikan Anies

Megapolitan
Pria Tewas Tenggelam di Kali Angke Tangerang, Polisi: Dia Bunuh Diri, Lompat dari Jembatan

Pria Tewas Tenggelam di Kali Angke Tangerang, Polisi: Dia Bunuh Diri, Lompat dari Jembatan

Megapolitan
Ahmad Riza Patria Berjanji Akan Bekerja Keras untuk Menangkan Prabowo pada Pilpres 2024

Ahmad Riza Patria Berjanji Akan Bekerja Keras untuk Menangkan Prabowo pada Pilpres 2024

Megapolitan
Garis Polisi di Bangunan Ambruk di Johar Baru Dicabut, Polisi: Penyelidikan Telah Selesai

Garis Polisi di Bangunan Ambruk di Johar Baru Dicabut, Polisi: Penyelidikan Telah Selesai

Megapolitan
PT KAI Gandeng Polisi Cari Pemuda Pelempar Batu ke Kereta yang Melintas di Gunung Antang

PT KAI Gandeng Polisi Cari Pemuda Pelempar Batu ke Kereta yang Melintas di Gunung Antang

Megapolitan
Tiga Pemuda Diduga Lempari Kereta dengan Batu, PT KAI Ancam Pidanakan Pelaku

Tiga Pemuda Diduga Lempari Kereta dengan Batu, PT KAI Ancam Pidanakan Pelaku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.