Jaga Stok Beras di Jakarta, Ahok Ingin Suntik Rp 1,5 Triliun ke PT Food Station Tjipinang Jaya

Kompas.com - 31/03/2015, 17:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat menyerahakan rancangan peraturan gubernur (pergub) APBD DKI tahun 2015 di Kemendagri, Senin (23/3/2015) sore. Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.COMGubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat menyerahakan rancangan peraturan gubernur (pergub) APBD DKI tahun 2015 di Kemendagri, Senin (23/3/2015) sore.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menambah modal terhadap salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang ketersediaan pangan, PT Food Station Tjipinang Jaya sebesar Rp 1,5 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan, tujuan penyuntikan modal ini untuk menjaga kestabilan harga di pasaran serta memastikan persediaan stok beras di Jakarta.

"Kami harus setor sampai Rp 1,5 triliun, kami harapkan Food Station punya modal. Jadi kalau harga beras naik, kami tetap punya stok beras," kata Basuki, di Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2015).

Tambahan modal itu, kata Basuki, akan diusahakan untuk dialokasi tahun ini. Dana itu didapatkannya jika berhasil menyisir anggaran bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan mengumpulkan anggaran sejumlah itu.

"Nanti kan kami akan menyisir APBD dengan Kemendagri, kami sisir program mana yang bisa kami hemat. Minimal kalau ada penyisiran saya mau kasih Rp 1 triliun ke Food Station supaya spekulan mikir nih, PT Food Station punya uang banyak untuk mencukupi stok beras, itu yang akan kami lakukan dan kami yakin ini akan jadi penyangga beras yang baik," kata Basuki. 

Dengan penambahan modal ini, maka kebutuhan beras di Jakarta yang mencapai 3.000 ton dapat diatasi. Sehingga pihak-pihak yang ingin melakukan monopoli beras tidak dapat dilakukan. Sebab, setiap ada kemungkinan harga beras akan naik, maka PT Food Station Tjipinang Jaya dapat melaksanakan operasi pasar. Sehingga harga beras di warga Jakarta tetap normal.

"Kami menganggap Food Station jadi model kalau operasi pasar ke depannya, jadi toko-toko yang beli beras harus pakai e-money. Jadi saya mau tahu siapa yang beli beras pas operasi pasar ini. Minimal orang mikir kalau mau main, Food Station punya saham Rp 1 triliun loh," kata Basuki.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Megapolitan
PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

Megapolitan
IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

Megapolitan
KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X