Kompas.com - 05/04/2015, 11:22 WIB
Warga beraktivitas dalam acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Days di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2013). Acara Car Free Days di akhir tahun 2013 ini terlihat sepi dari Minggu sebelumnya. Kebanyakan warga Jakarta memilih liburan akhir Tahun ke tempat-tempat wisata. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha Warga beraktivitas dalam acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Days di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2013). Acara Car Free Days di akhir tahun 2013 ini terlihat sepi dari Minggu sebelumnya. Kebanyakan warga Jakarta memilih liburan akhir Tahun ke tempat-tempat wisata. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Penulis Jessi Carina
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Selain kehilangan barang, anggota polisi di pos polisi Bundaran Hotel Indonesia juga menerima aduan masyarakat yang berolahraga di kawasan car free day soal orang hilang, Minggu (5/4/2015). Banyak masyarakat yang mengaku kehilangan kerabatnya kepada polisi.

Anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Warsinem mengatakan, polisi biasa mengumumkan kabar orang hilang di car free day tersebut melalui pengeras suara. Polisi akan menyebutkan nama orang tersebut agar segera datang ke pos polisi Bundaran Hotel Indonesia.

Akan tetapi, kini polisi tidak asal mengumumkan kabar itu. Seperti hari ini, beberapa remaja mendatangi pos polisi dan melapor bahwa teman mereka terpisah dari mereka. "Cari dulu temannya, pasti ketemu," ujar Warsinem.

Warsinem mengatakan, banyak remaja yang lapor kehilangan temannya. Sehingga, polisi akan memanggil nama temannya melalui pengeras suara. Setelah itu, remaja tersebut akan tertawa-tawa di depan pos polisi. Warsinem menduga remaja tersebut hanya iseng agar nama sang teman disebut melalui pengeras suara. Tindakan tersebut secara tidak langsung mengerjai polisi juga.

"Kalau kita turuti, bisa dua puluh orang lebih yang lapor. Padahal mereka cuma bercanda. Takutnya, info yang penting-penting malah tidak didengar masyarakat," ujar Warsinem.

Akhirnya, kata Warsinem, polisi akan memproses laporan jika yang hilang adalah anak kecil. Keberadaan anak kecil dalam tempat ramai seperti area car free day memang rawan sekali hilang. Polisi pun juga mengimbau masyarakat melalui pengeras suara agar menjaga anak-anak mereka.

Selain itu, para orangtua juga diminta untuk mengajari anaknya agar melapor jika terpisah dari orangtua. Warsinem pun mencontohkan, ada anak kecil yang terpisah dari orangtuanya. Anak tersebut pun langsung mencari polisi wanita dan mengatakan bahwa dia terpisah dengan orangtuanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Langsung kami umumkan lewat pengeras suara. Tidak lama kemudian orangtuanya menjemput ke pos polisi," ujar Warsinem.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Melonjak hingga 225 Orang, Kini Tersisa 75 Tempat Tidur

Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Melonjak hingga 225 Orang, Kini Tersisa 75 Tempat Tidur

Megapolitan
UPDATE 14 Juni: 396 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel

UPDATE 14 Juni: 396 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 14 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 19.096 Pasien

UPDATE 14 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 19.096 Pasien

Megapolitan
Dinkes DKI: Tiga Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jakarta

Dinkes DKI: Tiga Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jakarta

Megapolitan
Pebulu Tangkis Markis Kido Tiba di RS Omni Alam Sutera dalam Kondisi Henti Napas

Pebulu Tangkis Markis Kido Tiba di RS Omni Alam Sutera dalam Kondisi Henti Napas

Megapolitan
Pertemuan Forkopimda Se-DKI Bahas Persiapan Bertemu Presiden Selasa Pagi

Pertemuan Forkopimda Se-DKI Bahas Persiapan Bertemu Presiden Selasa Pagi

Megapolitan
Sidang Rizieq Shihab Kasus Tes Usap RS Ummi Dilanjut Kamis Mendatang dengan Agenda Duplik

Sidang Rizieq Shihab Kasus Tes Usap RS Ummi Dilanjut Kamis Mendatang dengan Agenda Duplik

Megapolitan
Terkendala Zonasi, Anak Berkebutuhan Khusus Kesulitan Masuk Sekolah Impian

Terkendala Zonasi, Anak Berkebutuhan Khusus Kesulitan Masuk Sekolah Impian

Megapolitan
Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

Megapolitan
Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Megapolitan
Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Megapolitan
Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Megapolitan
Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Megapolitan
Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Megapolitan
Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X