Kompas.com - 08/04/2015, 05:31 WIB
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
- Tidak hanya hasil pemalsuan produk saja yang diamankan aparat Polres Metro (Polrestro) Jakarta Pusat (Jakpus) dari para tersangka komplotan pemalsu air zamzam. Dari seluruh barang bukti yang diamankan polisi, ada empat unit hair dryer yang juga menjadi alat kerja para komplotan tersebut. Untuk apa alat pengering rambut itu digunakan?

"Hair dryer digunakan untuk memanaskan platik segel agar merekat sempurna," ujar terang Kasat Reskrim Polrestro Jakpus, AKBP Tatan Dirsan Atmaja kepada Kompas.com, Selasa (7/4/2015).

Penggunaan segel tersebut khusus untuk kemasan botol ukuran 330 mililiter (ml). Produk yang dibanderol Rp 7 ribu itu, menggunakan tutup botol bersegel ala air mineral dan dilabeli stiker di badan botol bertuliskan zamzam water from Makkah Al Mukarommah.

"Setelah diisi ulang dengan air mineral galon, botol tersebut ditutup mengunakan tutup bersegel. Kemudian, tutupnya dilapisi plastik agar terlihat sebagai segel asli. Padahal, plastik itu dipanaskan pakai hair dryer," papar lulusan Akpol tahun 1996 tersebut.

Selain hair dryer, polisi juga mengamankan empat plastik tutup botol air mineral, empat plastik stiker berbagai macam label, enam stempel tanggal kadaluarsa, satu bak stempel, dua rol plastik dan rol alat press. Kepada polisi, alat-alat tersebut digunakan untuk proses labeling produk yang dilakukan secara manual.

"Pelaku memang mengakui jika mereka mencetak logo hingga melakukan proses labeling tanpa bantuan alat canggih. Termasuk label kirima paket bandara, tanggal kadaluarsa hingga branding produk. Hanya di-print, dipotong, lalu ditempel ke botol atau jeriken," pungkas mantan Kapolsek Gambir tersebut.

Selain itu, untuk meyakinkan bisnis air zamzamnya, tersangka mencetak label menggunakan jasa percetakan. Khususnya untuk mencetak logo, stempel, dan keperluan produksi lainnya. Sebelumnya, aparat Polrestro Jakpus telah mengamankan ratusan liter air zamzam palsu, serta ratusan botol madu Arab dan minyak zaitun dari enam tersangka, Rabu (1/4/2015).
Keenam tersangkan dan barang bukti telah diamankan di Mapolrestro Jakpus.

Keenamnya terancam jeratan pasal berlapis tentang perindustrian, wajib daftar perusahaan, pangan, kesehatan, perlindungan konsumen, dan kewajiban pencantuman label dengan ancaman lima tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 5-11 Desember 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jabodetabek 5-11 Desember 2022

Megapolitan
270 Eks Anggota NII Asal Tangsel Ucapkan Ikrar Kembali Setia ke NKRI

270 Eks Anggota NII Asal Tangsel Ucapkan Ikrar Kembali Setia ke NKRI

Megapolitan
Belum Punya Data Jumlah Pengakses, Pemkot Depok Tetap Mau Tambah 200 'Barcode' Pohon

Belum Punya Data Jumlah Pengakses, Pemkot Depok Tetap Mau Tambah 200 "Barcode" Pohon

Megapolitan
Pemkab Kepulauan Seribu Masih Tunggu Hasil Uji Lab Ratusan Ikan Terdampar di Pulau Onrust

Pemkab Kepulauan Seribu Masih Tunggu Hasil Uji Lab Ratusan Ikan Terdampar di Pulau Onrust

Megapolitan
Polisi Buru Pacar Siswi SMA di Bekasi yang Melahirkan Lalu Buang Jasad Bayinya

Polisi Buru Pacar Siswi SMA di Bekasi yang Melahirkan Lalu Buang Jasad Bayinya

Megapolitan
522 Warga Kabupaten Tangerang Idap HIV/AIDS pada 2022, Ada Balita yang Tertular dari Ibunya

522 Warga Kabupaten Tangerang Idap HIV/AIDS pada 2022, Ada Balita yang Tertular dari Ibunya

Megapolitan
Suasana Natal di Emporium Pluit Mal: Ada Pohon Raksasa dan Acara Gratis Bertema 'Little Pony'

Suasana Natal di Emporium Pluit Mal: Ada Pohon Raksasa dan Acara Gratis Bertema "Little Pony"

Megapolitan
Mundur dari PSI, Michael Sianipar: Partai yang Saya Cita-citakan, Sudah Jauh Berubah

Mundur dari PSI, Michael Sianipar: Partai yang Saya Cita-citakan, Sudah Jauh Berubah

Megapolitan
Kronologi Siswi SMA di Bekasi Melahirkan di Kamar Mandi Sekolah lalu Buang Bayinya

Kronologi Siswi SMA di Bekasi Melahirkan di Kamar Mandi Sekolah lalu Buang Bayinya

Megapolitan
Pemkot Jakpus Klaim Kolam Olakan dan Pompa Efektif Tanggulangi Banjir

Pemkot Jakpus Klaim Kolam Olakan dan Pompa Efektif Tanggulangi Banjir

Megapolitan
Profil Michael Victor Sianipar, Ketua DPW PSI Jakarta yang Undur Diri dan Diisukan Dekat dengan Anies

Profil Michael Victor Sianipar, Ketua DPW PSI Jakarta yang Undur Diri dan Diisukan Dekat dengan Anies

Megapolitan
Ratusan Ikan yang Terdampar di Pulau Onrust Diduga Kekurangan Oksigen karena Hal Ini

Ratusan Ikan yang Terdampar di Pulau Onrust Diduga Kekurangan Oksigen karena Hal Ini

Megapolitan
Siswi SMA di Bekasi yang Buang Bayi Diduga Melahirkan Ketika Sedang Ujian Sekolah

Siswi SMA di Bekasi yang Buang Bayi Diduga Melahirkan Ketika Sedang Ujian Sekolah

Megapolitan
Bar Bekas Holywings di Tanjung Duren Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Bar Bekas Holywings di Tanjung Duren Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Alasan Lain Pria Banting Anak Pacar di Apartemen Kalibata, Kesal Korban Kerap Menangis

Alasan Lain Pria Banting Anak Pacar di Apartemen Kalibata, Kesal Korban Kerap Menangis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.