Polwan Cantik dan Intelijen Ikut Amankan Konferensi Asia Afrika

Kompas.com - 08/04/2015, 10:51 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo turun langsung dalam mengamankan iring-iringan rombongan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (20/10/2014) kemarin. TRIBUNNEWS.COM/THERESIA FELISANIKapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo turun langsung dalam mengamankan iring-iringan rombongan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (20/10/2014) kemarin.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KIMPAS.com — Polda Metro Jaya mengerahkan pengamanan maksimal saat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 19-23 April 2015. Intelijen dan polisi wanita ikut diterjunkan sebagai bagian dari pengamanan.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Pol) Unggung Cahyono mengatakan, jajaran intelijen diarahkan untuk giat mencari informasi terkait aksi-aksi yang terjadi pada hari penyelenggaraan. 

Sementara itu, polwan dikerahkan sebanyak-banyaknya untuk melakukan Operasi Simpatik dengan tindakan persuasif di jalan.

"Melalui tugas simpatik dan persuasif juga menerjunkan polwan untuk menjelaskan terkait aturan lalu lintas," kata Unggung saat gelar pasukan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2015). 

Selain itu, Polda Metro Jaya juga akan melakukan pengamanan terhadap rombongan delegasi negara-negara peserta KAA yang datang dari dua bandara, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma. Penjagaan termasuk di 18 hotel yang dijadikan tempat penginapan bagi delegasi peserta KAA.

"Ada pengecekan JPO (jembatan penyeberangan orang) dan jembatan layang dari Bandara Soekarno-Hatta ke JCC dan Halim ke JCC," kata Unggung.

Unggung menginstruksikan kepada jajarannya, terutama Polres, untuk rutin melakukan operasi cipta kondisi pada jam-jam rawan. Operasi ini dilakukan secara besar-besaran untuk melakukan razia barang-barang yang diduga berbahaya.

"Sasarannya senjata api, bahan peledak, dan narkoba pada waktu tertentu guna menekan gangguan kamtibmas," ujar Unggung.

Personel kepolisian yang diturunkan mencapai 4.236 orang, terdiri dari 1.910 personel Satgasda (Polda Metro Jaya), 1.210 personel Satgasres (Polres), 206 personel Satgaspus (Mabes Polri), 330 personel Siaga Mapolres, dan 280 siaga Mapolda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Pekan Pascabanjir, Mall Cipinang Indah Masih Tutup

Tiga Pekan Pascabanjir, Mall Cipinang Indah Masih Tutup

Megapolitan
DPRD DKI Minta Revitalisasi Monas Dihentikan Sementara karena Belum Ada Izin Pemerintah Pusat

DPRD DKI Minta Revitalisasi Monas Dihentikan Sementara karena Belum Ada Izin Pemerintah Pusat

Megapolitan
Merasa Dikucilkan, Warga Tanjung Priok Tuntut Menkumham Yasonna Minta Maaf

Merasa Dikucilkan, Warga Tanjung Priok Tuntut Menkumham Yasonna Minta Maaf

Megapolitan
Mengaku Minta Iwan Beli Senjata Laras Panjang, Kivlan: Untuk Berburu Babi

Mengaku Minta Iwan Beli Senjata Laras Panjang, Kivlan: Untuk Berburu Babi

Megapolitan
Tersinggung dengan Pernyataan Yasonna, Massa dari Tanjung Priok Demo di Kemenkumham walau Hujan Deras

Tersinggung dengan Pernyataan Yasonna, Massa dari Tanjung Priok Demo di Kemenkumham walau Hujan Deras

Megapolitan
Polisi Usut Aksi Pria Masturbasi di Depan Bocah di Bekasi

Polisi Usut Aksi Pria Masturbasi di Depan Bocah di Bekasi

Megapolitan
Kapolres Jakbar Bantah Lutfi Alfiandi Disetrum Saat Pemeriksaan

Kapolres Jakbar Bantah Lutfi Alfiandi Disetrum Saat Pemeriksaan

Megapolitan
Ledakan karena Tabung Gas Bocor di Dapur 'Basement', Rumah di Rawa Bebek Porak-poranda

Ledakan karena Tabung Gas Bocor di Dapur "Basement", Rumah di Rawa Bebek Porak-poranda

Megapolitan
Protes Pernyataan Yasonna, Warga Tanjung Priok Demo di Depan Gedung Kemenkumham

Protes Pernyataan Yasonna, Warga Tanjung Priok Demo di Depan Gedung Kemenkumham

Megapolitan
Warga Berharap Sarang Tawon Vespa di Pohon di Bintaro Segera Disingkirkan

Warga Berharap Sarang Tawon Vespa di Pohon di Bintaro Segera Disingkirkan

Megapolitan
Bacakan Eksepsi Lanjutan, Kivlan Zen Pakai Seragam Purnawirawan TNI

Bacakan Eksepsi Lanjutan, Kivlan Zen Pakai Seragam Purnawirawan TNI

Megapolitan
Tebang Pohon demi Revitalisasi Monas, Pemprov DKI Dinilai Hanya Mementingkan Beautifikasi

Tebang Pohon demi Revitalisasi Monas, Pemprov DKI Dinilai Hanya Mementingkan Beautifikasi

Megapolitan
Pemadam Tangkap Ular Sanca Batik Sepanjang 3 Meter di Rumah Warga Ciracas

Pemadam Tangkap Ular Sanca Batik Sepanjang 3 Meter di Rumah Warga Ciracas

Megapolitan
Skybridge Dibangun, Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW Akan Terintegrasi

Skybridge Dibangun, Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW Akan Terintegrasi

Megapolitan
Derbi PKS vs Gerindra dalam Pemilihan Wagub DKI Jakarta, Siapa yang Menang?

Derbi PKS vs Gerindra dalam Pemilihan Wagub DKI Jakarta, Siapa yang Menang?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X