Kompas.com - 10/04/2015, 08:16 WIB
Calon anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris (kanan) dan ayahnya, Fahmi Idris (kiri), menggelar kampanye di GOR Planet, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3/2014) KOMPAS.COM/FATHUR ROCHMANCalon anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris (kanan) dan ayahnya, Fahmi Idris (kiri), menggelar kampanye di GOR Planet, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3/2014)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPD RI asal DKI Jakarta Fahira Idris menganggap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tak cocok untuk memimpin Jakarta. Alasannya terkait dengan kebiasaan Ahok, sapaan Basuki, yang kerap mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak pantas.

"Karakter Pak Ahok yang kalau bicara seenaknya, sebenarnya TIDAK COCOK untuk MEMIMPIN Jakarta yang MAJEMUK ini," tulis Fahira lewat akun Twitter-nya, @fahiraidris, Kamis (9/4/2015) malam.

Meski mengapresiasi kinerja Ahok dalam hal penerapan e-budgeting dan penemuannya soal "anggaran siluman" dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015, Fahira menilai Ahok lebih banyak memberi masalah ketimbang harapan.

Salah satu hal yang paling disorotinya adalah pernyataan Ahok yang mengatakan bahwa mencuri uang rakyat lebih berdosa ketimbang minum minuman keras.

"Sampai sekarang saya BELUM melihat Ahok jadi HARAPAN BARU.. Mungkin karena BARU jadi Gubernur. Tapi untuk masalah miras dkk, saya meyakini, Pak Ahok BUKAN HARAPAN BARU, Tetapi MASALAH BARU Jakarta," ujar dia.

Fahira kemudian menyindir Ahok yang sejauh ini lebih banyak berwacana dalam berbagai kebijakannya. Padahal, kata dia, sudah banyak persoalan di Jakarta yang sudah mendesak untuk dituntaskan.

"Saya sampai TERPANA dan TerAhok. Tapi sayangnya sampai sekarang hanya WACANA. Banyak persoalan di Jakarta yang BUTUH KEBERANIAN untuk MEMPERBAIKInya, seperti MEMBERANTAS Korupsi, dan Ahok BELUM MENUNJUKKAN ITU!" ucap putri mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertangkapnya Buronan Pencuri yang Tembak Korbannya dengan Airsoft Gun, Dikejar hingga Bogor

Tertangkapnya Buronan Pencuri yang Tembak Korbannya dengan Airsoft Gun, Dikejar hingga Bogor

Megapolitan
Alasan 22 Juni Ditetapkan sebagai Hari Jadi Jakarta

Alasan 22 Juni Ditetapkan sebagai Hari Jadi Jakarta

Megapolitan
Temuan Covid-19 Varian Delta, Satgas: Memang Warga Depok, Kerja di Karawang Belum Pulang 2 Bulan

Temuan Covid-19 Varian Delta, Satgas: Memang Warga Depok, Kerja di Karawang Belum Pulang 2 Bulan

Megapolitan
Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Rian D'MASIV Lapor ke Polda Metro

Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Rian D'MASIV Lapor ke Polda Metro

Megapolitan
UPDATE 21 Juni: 531 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 21 Juni: 531 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak Bikin PSBB Diperketat Lagi di Depok, Ini Daftar Aturannya

Kasus Covid-19 Melonjak Bikin PSBB Diperketat Lagi di Depok, Ini Daftar Aturannya

Megapolitan
Ulang Tahun Ke-494 Jakarta dan Kontroversi Para Gubernurnya

Ulang Tahun Ke-494 Jakarta dan Kontroversi Para Gubernurnya

Megapolitan
HUT DKI, Jakarta Kemungkinan Hujan Nanti Malam

HUT DKI, Jakarta Kemungkinan Hujan Nanti Malam

Megapolitan
UPDATE 21 Juni: Bertambah 78 Kasus Positif, Satu Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

UPDATE 21 Juni: Bertambah 78 Kasus Positif, Satu Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

Megapolitan
Kado Ulang Tahun Ke-494 Jakarta, Lonjakan Covid-19 hingga RS Terancam Kolaps

Kado Ulang Tahun Ke-494 Jakarta, Lonjakan Covid-19 hingga RS Terancam Kolaps

Megapolitan
UPDATE: 587 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Pasien Terus Bertambah dengan Cepat

UPDATE: 587 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Pasien Terus Bertambah dengan Cepat

Megapolitan
Operasional Transportasi Umum di Jakarta Mulai Dibatasi, Ini Jadwal Terbarunya

Operasional Transportasi Umum di Jakarta Mulai Dibatasi, Ini Jadwal Terbarunya

Megapolitan
Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini Hampir 2.000 Orang

Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini Hampir 2.000 Orang

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Melonjak Pesat di Depok, Pasien Terbanyak di Tugu dan Baktijaya

Kasus Aktif Covid-19 Melonjak Pesat di Depok, Pasien Terbanyak di Tugu dan Baktijaya

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Serba Serbi Informasi PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD | Pendaftaran PPDB Bersama Jalur Afirmasi untuk SMA Swasta

[POPULER JABODETABEK] Serba Serbi Informasi PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD | Pendaftaran PPDB Bersama Jalur Afirmasi untuk SMA Swasta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X