Mahasiswanya Mengaku Dimartil, Pihak STIP Anggap Hanya Salah Paham

Kompas.com - 10/04/2015, 09:45 WIB
Pertemuan orangtua dengan pihak kampus STIP, Senin (27/4/20104). Dian Fath Risalah El AnshariPertemuan orangtua dengan pihak kampus STIP, Senin (27/4/20104).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda (STIP) membantah bahwa siswanya, Daniel Roberto Tampubolon, dianiaya seniornya dengan dipalu dan dipaksa makan cabai rawit. Permasalahan itu dianggap salah paham.

"Itu salah paham dan sudah meminta maaf. Orangtuanya juga akan cabut laporan itu," kata Ketua STIP Marunda, Kapten Arifin Sunaryo, kepada Kompas.com, Jumat (10/4/2015).

Arifin menjelaskan, Daniel hanya dikerjai oleh senior-seniornya. Meski begitu, pihak STIP masih menyelidiki peristiwa sebenarnya antara mahasiswa tingkat II dan tingkat IV sekolah tersebut.

"Dipalu itu tidak benar. Masih kami selidiki, benar ditampar saja atau dipukul. Mereka mengaku menampar dan menyuruh squat jump," tutur dia.

Setelah kejadian itu, pelaku langsung meminta maaf kepada orangtua Daniel. Menurut Arifin, mereka pun sudah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai.

Pihak STIP berjanji akan mengusut kasus ini secara tuntas. Bila terjadi pelanggaran yang berat, maka STIP akan mengeluarkan mahasiswa yang melakukan penganiayaan.

"Meskipun sudah tingkat IV kalau bersalah juga akan kami keluarkan," tegas Arifin.

Saat ini, lanjut dia, pelaku yang berjumlah empat orang itu sudah dikarantina untuk kami periksa. Sementara kondisi Daniel, kata dia, sudah membaik.

Kemarin, orangtua Daniel melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolda Metro Jaya. Orangtua Daniel menyebut anaknya mengalami penganiayaan oleh seniornya.

Setahun lalu, siswa STIP Dimas Dikita Handoko (19), meninggal karena dianiaya oleh seniornya. Motif penganiayaan diduga karena Dimas dianggap tidak menghormati para seniornya. Ketujuh taruna STIP itu dipecat dari STIP dan kini menjalani masa hukuman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Megapolitan
Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Megapolitan
Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Megapolitan
Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Megapolitan
'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

"Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Megapolitan
Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Megapolitan
Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Megapolitan
Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Megapolitan
Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Megapolitan
Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X